Makassar, muisulsel.or.id — Launching sekaligus bedah buku Jalan Jiwa karya Prof. Dr. KH Najamuddin yang ditulis oleh Prof. Firdaus Muhammad berlangsung di Aula Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ahad (21/9/2025). Acara ini dirangkaikan dengan Musyawarah Besar (Mubes) dan silaturahmi Ikatan Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nahdlah Makassar.
Ketua Ikatan Alumni Ponpes An-Nahdlah, Ir. Rizal Syarifuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya moderasi beragama di kalangan alumni. Ia menyebutkan, alumni An-Nahdlah kini telah tersebar di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, serta aktif dalam dialog perdamaian lintas agama.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para alumni dapat berperan dalam memfasilitasi santri An-Nahdlah yang melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Ali Yafid juga menyatakan dukungan terhadap program alumni An-Nahdlah yang aktif berdiskusi lintas agama, sekaligus berjanji melibatkan mereka dalam program moderasi beragama Kemenag ke depan.

Melalui sambutan daring, Prof. Najamuddin menyampaikan harapan agar peluncuran buku ini dapat memperluas cakrawala berpikir alumni, khususnya mengenai perjalanan spiritualnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten I, Dr. Ichsan Mucktar, berharap Ponpes An-Nahdlah terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Pimpinan Umum Ponpes An-Nahdlah, Dr. KH Afifuddin Harisah, juga menegaskan agar alumni tetap menjaga nilai ibadah dan akhlak pesantren, sebagaimana tertuang dalam buku Jalan Jiwa. Menurutnya, peluncuran buku ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri dan alumni untuk terus berkontribusi.
Rais Syuriah PWNU Sulsel, Dr. KH Baharuddin, yang hadir sebagai pembedah buku, memberikan apresiasi kepada penulis. “Semua orang bisa berbicara, tapi tidak semua bisa menulis,” ujarnya, menekankan pentingnya karya tulis sebagai warisan ilmu.
Selain dihadiri oleh ratusan alumni dari berbagai angkatan dan profesi, Mubes ke-XI juga melibatkan pengurus Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar. Kehadiran jajaran pengurus pondok ini menjadi bagian penting dalam memastikan sinergi antara pesantren dan alumni terus terjalin erat.
Irfan Suba Raya
