MUI Sulsel hadir, FKLA Sulsel Ingin Buktikan Toleransi Lewat Aksi Bukan Seremoni

Makassar, muisulsel.or.id – Setelah sempat vakum selama beberapa waktu, Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan resmi bangkit kembali. Kebangkitan forum ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi lintas agama melalui aksi-aksi kemanusiaan yang nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Momentum tersebut ditandai dengan Pengukuhan Pengurus FKLA Sulsel di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jalan Thamrin, Jumat (31/7/2026), yang dihadiri Ketua Umum FKLA Sulsel, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.

Prof. Mustari Bosra menjelaskan, FKLA merupakan cita-cita yang dirintis almarhum Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, mantan Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama (HAUB) MUI Sulsel, bersama almarhum Dr. Arkam Azikin, Sekretaris Komisi HAUB MUI Sulsel. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan para pimpinan enam agama di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, FKLA dibentuk sebagai wadah persaudaraan lintas agama yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Seluruh manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga kedamaian dan memperkuat solidaritas sosial.

Ia mengungkapkan, meski sempat vakum setelah wafatnya para penggagas, FKLA kembali diaktifkan karena dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Selama ini, FKLA telah berkontribusi dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penggalangan bantuan saat pandemi COVID-19, vaksinasi lintas agama, bantuan bagi korban bencana, hingga kegiatan-kegiatan kebangsaan yang melibatkan seluruh pemeluk agama.

Ke depan, FKLA telah menyusun sembilan bidang program kerja yang akan dilaksanakan secara bergilir setiap bulan. Agenda terdekat adalah Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan yang ditargetkan diikuti sekitar 3.000 peserta. Kegiatan itu juga akan dirangkaikan dengan pembacaan Deklarasi Kasih Sayang Kemanusiaan serta Deklarasi Penolakan Segala Bentuk Kekerasan.

Mewakili Keuskupan Agung Makassar, Pastor Albert Arina menyampaikan apresiasi atas diaktifkannya kembali FKLA. Ia mengenang almarhum Prof. Wahyuddin Naro sebagai sosok yang berhasil menanamkan semangat kemanusiaan di tengah keberagaman.

Menurut Pastor Albert, FKLA memiliki karakter yang berbeda karena lahir dari kepedulian para tokoh agama dan tokoh masyarakat, sehingga lebih independen dalam menggerakkan aksi-aksi kemanusiaan.

Ia berharap FKLA menjadi ruang kolaborasi yang terus memperkuat toleransi, menjaga persatuan, serta membangun kedamaian di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar H. Munafri Arifuddin mengapresiasi terbentuknya kembali FKLA. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan utama Kota Makassar yang harus terus dirawat bersama.

Munafri menegaskan, keberhasilan Makassar meraih Harmony Award merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Forum Kemanusiaan Lintas Agama ini diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi menjadi pilar yang memperkuat toleransi, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang agama, suku maupun latar belakang,” ujarnya.

Pengukuhan ditutup dengan komitmen seluruh pengurus dan peserta untuk memperkuat kerja sama lintas agama melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.