Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)
Makassar, muisulsel.or.id – Di Hari Kiamat nanti, manusia akan berdiri dalam keadaan sangat takut dan kebingungan. Pada saat seperti itu, tidak ada harta, jabatan, atau kekuatan yang bisa menolong seseorang. Namun ada satu hal yang tetap bermanfaat, yaitu persahabatan yang dibangun karena Allah ta’ala. Persahabatan yang didasari iman dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan hikmah dengan niat menginginkan kebaikan untuk saudaranya akan berubah menjadi cahaya dan keselamatan ketika semua hubungan lain terputus.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya oleh seseorang
قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الرَّجُلُ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمَّا يَلْحَقْ بِهِمْ؟
Beliau menjawab
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Artinya: “Seseorang akan bersama orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa jika seseorang mencintai orang-orang yang taat dan shaleh, meskipun amalnya belum sebaik mereka, maka ia akan dikumpulkan bersama mereka di akhirat. Kecintaan yang tulus karena Allah adalah sebab keselamatan.
Ada pula kisah indah tentang seorang mukmin pada Hari Kiamat yang memohon kepada Allah agar sahabatnya diselamatkan dari siksa. Disebutkan dalam riwayat bahwa ia berkata
يَقُولُ الرَّجُلُ يَوْمَ القِيَامَةِ: يَا رَبِّ، إِنَّ صَدِيقِي فُلَانًا كَانَ يَأْمُرُنِي بِالطَّاعَةِ وَيَنْهَانِي عَنِ الْمَعْصِيَةِ، فَلا يُرِدْهُ النَّارَ
Artinya: “Seorang lelaki berkata di Hari Kiamat: ‘Ya Allah, sahabatku si Fulan dahulu menyuruhku taat dan melarangku dari maksiat. Maka jangan masukkan ia ke Neraka.’ Maka Allah pun menerimanya.”

Kemudian Allah ta’ala pun menerima permintaan itu dan mengeluarkan sahabatnya dari Neraka.
Inilah bentuk syafaat dari sahabat yang baik, sahabat yang hubungan imannya begitu kuat sampai dapat menjadi sebab keselamatan di akhirat.
Allah ta‘ala juga mengingatkan bahwa sahabat yang buruk, yang hubungan persahabatannya dibangun atas kelalaian, dan dunia semata, akan berubah menjadi sumber penyesalan.
FirmanNya
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِين
Artinya: “Pada hari itu, semua sahabat karib akan saling bermusuhan, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67).
Ayat ini menjelaskan bahwa persahabatan yang sejati hanyalah persahabatan yang mengajak kepada takwa. Semua hubungan selain itu akan putus bahkan berubah menjadi permusuhan dan saling menyalahkan.
Oleh karena itu, sahabat yang baik adalah yang membawa kita mendekat kepada Allah. Sahabat yang mengingatkan kita ketika salah, menemani ketika lemah, dan mendoakan ketika kita tidak hadir. Persahabatan seperti ini bukan hanya indah di dunia, tetapi juga menyelamatkan di akhirat.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صُحْبَتَنَا فِي الدُّنْيَا عَلىٰ طَاعَتِكَ، وَاجْمَعْنَا فِي الآخِرَةِ فِي جَنَّاتِكَ.
Artinya: “Ya Allah, jadikan persahabatan kami di dunia berada dalam ketaatan kepadaMu, dan kumpulkan kami kembali di akhirat dalam surgaMu.” Aamiin…
Irfan Suba Raya
