Dihadiri MUI, Kakanwil Kemenag Sulsel Tekankan Dampak Positif di Masyarakat pada Rakorda Baznas Sulsel-DKI

Makassar, muisulsel.or.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama dalam mempercepat program penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Rakorda yang dihadiri oleh Ketua Umum MUI Sulsel digelar di hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Makassar, Selasa 2 Desember 2025, sebagai upaya memperkuat peran lembaga dalam pemberdayaan umat dan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Drakorda tahun ini menyoroti 2 Fokus utama baznas, yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem dengan target 6 juta menerima bantuan dalam setahun, serta penurunan angka stunting di berbagai daerah.

Kakanwil Kemenag Sulsel, Dr H Ali Yafid, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga Untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terluar. “Melalui struktur Kementerian Agama kami berupaya mensosialisasikan pentingnya zakat agar masyarakat memahami dampak positifnya. Kami siap berkolaborasi dengan batas-batas provinsi maupun kabupaten/kota untuk pemberdayaan umat,” ungkapnya.

Selain itu, Ali Yafid juga menyebutkan kegiatan dakwah 3D (terluar, terdepan, terjauh) bersama bunda Nagama yang telah memberikan pencerahan bagi masyarakat di daerah terluar Sulawesi Selatan.

Kakanwil Kemenag Sulsel juga menegaskan dukungan penuh Kemenag dalam penguatan regulasi dan tata kelola zakat yang transparan.

Sementara itu, Gubernur Sulsel melalui Asisten I Pemprov Sulsel, Ishak Iskandar, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Rakorda tersebut. “Terimakasih kami sangat mengapresiasi kegiatan rakor ini. Kami berharap dan zakat yang sangat potensial ini bisa memperkuat ekonomi masyarakat dan memberdayakan umat. Mudah-mudahan dengan rekorda ini baznas semakin baik dalam pengelolaan dan semakin dipercaya masyarakat untuk menyalurkan zakat dengan dampak yang nyata,” tuturnya.

Asisten I Pemprov Sulsel juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga akan memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas jangkauan program hingga wilayah yang sulit dijangkau.

Rekorda juga membahas sejumlah program nasional baznas, seperti kursus bisnis program Madrasah layak belajar, beasiswa santripreneur serta bantuan tanggap bencana. Iya kalau susah dia perhatian khusus turut diberikan untuk daerah rawan bencana seperti di Maros dan Makassar, serta wilayah pegunungan yang masih minim akses bantuan.

Usai pembukaan Rakorda, pemerintah dan lembaga mengadakan konferensi pers yang digelar di ruangan lain hotel.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.