Bantaeng, muisulsel.or.id – Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bantaeng yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Sabtu (14/2/2026), menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran MUI sebagai pemersatu umat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan Prof Dr KH M Ghalib, MA, Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy Nurdin, unsur Forkopimda, Kakan Kemenag, pimpinan ormas Islam, serta seluruh jajaran pengurus MUI Kabupaten Bantaeng.
Dalam sambutannya mewakili Ketua MUI Bantaeng, Wakil Ketua MUI Bantaeng, Dr. KM Hamzah Israel, MA, menegaskan bahwa musyawarah merupakan bagian dari perintah agama yang bertujuan mencapai mufakat bersama.
“Musyawarah itu adalah perintah agama, karena di situlah kita mencari kesepakatan dan kebaikan bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa MUI adalah “perahu besar” bagi seluruh organisasi Islam.

“MUI itu perahu besar umat Islam. Ia harus mampu mengakomodir semua organisasi Islam selama tidak ada label sebagai aliran sesat,” tegasnya.
Menurutnya, keberagaman warna dan latar belakang ormas yang berhimpun di MUI justru menjadi kekuatan untuk mewujudkan stabilitas kehidupan yang damai dan tenteram.
“Di MUI berkumpul berbagai macam warna dan bendera, tetapi tujuannya satu, menjadi mitra pemerintah yang strategis dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas dukungan yang diberikan selama periode 2020–2025.
Ia mengucapkan terima kasih atas fasilitas kantor, kendaraan operasional, serta hibah pemerintah yang mendukung program-program MUI.
Musda ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang semakin solid, dan terus memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah demi kemaslahatan umat di Bantaeng.
Kontributor: NAP
