HIKMAH RAMADAN: Dampak Fisiologis Puasa Terhadap Penurunan Resiko Jantung

Dr dr H M Khidri Alwi, M.Kes, MA (Ketua Baznas Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Puasa seringkali menjadi perbincangan yang hangat di kalangan umat muslim, bahkan di seluruh dunia puasa menjadi tema yang penting dan kaitannya dengan kesehatan dan hubungannya dengan metode diet, khususnya di dunia barat.

Salah satu rahasia yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang maknanya apabila kamu berpuasa itu lebih bagimu jika kamu mengetahuinya. Nah di situlah kuncinya, oleh sebab salah satunya mempunyai dua makna yaitu jantung dan kalbu.

Menariknya adalah pada jantung itu juga menyimpan memori dan hal ini telah diteliti oleh dunia barat. Salah satu kasus yang terjadi saat seseorang sebelum mati lalu jantungnya di transplantasi ke orang lain, saat orang itu telah sadar dan pulih tiba-tiba ia bisa bermain musik yang sebelumnya tak pernah ia mainkan. Ternyata setelah di usut, jantung yang di transplantasi kepadanya adalah jantung milik seorang musisi.

Saat kita berpuasa, dampaknya pada jantung sangat baik. Sebab dengan berpuasa akan terjadi perubahan metabolisme alami dalam tubuh yang disebut auto pagi, dan auto pagi ini akan mengubah seluruh sel-sel tubuh yang rusak menjadi baik kembali.

Proses ini hanya akan terjadi jika tubuh berpuasa tanpa asupan makanan selama minimal 14 hingga 16 jam, lalu sel tubuh mereset kembali dirinya dengan memakan dirinya sendiri. Bahkan sebuah penelitian mengatakan bahwa puasa dapat menjadi anti agin alami yang membuat awet muda.

Saat berpuasa pun lemak-lemak yang tak baik akan dihancurkan oleh lemak-lemak yang baik dan berpotensi membuat kesehatan jadi lebih baik seperti tensi jadi normal, asam urat dan lain-lainnya menjadi normal.

Banyak hal lainnya bisa di dapatkan hikmah dari berpuasa, simak ulasannya di ceramah Ramadan kali ini.

Kontributor: NAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.