Catatan PKU 2026: Calon Kiai Diajak Jadi Pemersatu Umat

Muhammad Sulfadli (Peserta PKU MUI Sulsel)

MAKASSAR — Rangkaian Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan ditutup dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga ukhuwah, persaudaraan, dan persatuan umat. Para calon kiai muda diingatkan untuk menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan MUI Sulsel di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan oleh Prof Dr KH Najamuddin Lc MA pada Rabu, 27 Safar 1448 H bertepatan dengan 12 Agustus 2026 M, dalam sesi penutupan rangkaian daurah PKU MUI Sulsel.

Calon Perpanjangan Tangan MUI

Dalam pesannya, Prof Dr KH Najamuddin mengingatkan bahwa para peserta merupakan calon kader yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan MUI Sulsel.

“Kalian inilah para calon perpanjangan tangan dari MUI,” pesan beliau. Menurutnya, para calon ulama tidak hanya dituntut memiliki keluasan ilmu, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai persatuan dan menjadi bagian dari upaya membina umat.
Perbedaan sebagai Ruang untuk Menjaga Persatuan

Prof Dr KH Najamuddin menjelaskan bahwa Allah ﷻ menjadikan manusia dengan berbagai perbedaan. Demikian pula dalam perjalanan umat Nabi Muhammad ﷺ, terdapat perbedaan dalam memahami berbagai persoalan keagamaan. Perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk saling bermusuhan, tetapi perlu disikapi dengan kedewasaan dan keluasan ilmu.

Dalam konteks tersebut, beliau mengingatkan ungkapan yang masyhur:

اختلاف أمتي رحمة

“Perbedaan di antara umatku adalah rahmat.”

Beliau menekankan pentingnya membangun persatuan tanpa melihat latar belakang mazhab, aliran, maupun organisasi.

“Kita menjadi pemersatu umat. Bersatu tanpa melihat latar belakang mazhab.”
Beliau juga mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak membuat seseorang mudah memberikan cap kafir kepada sesama Muslim.

“Jangan karena berbeda pendapat, aliran, atau organisasi, kemudian mencap kafir.”
Sebaliknya, ketika menemukan saudara sesama Muslim yang berbeda pandangan, beliau mengajak para peserta untuk mendoakan dan mengharapkan kebaikan.

“Kita doakan apabila ada yang berbeda, karena kita juga belum tentu. Mudah-mudahan lurus seperti itu.”
Jangan Saling Membenci

Menutup pesannya, Prof Dr KH Najamuddin mengajak para peserta meninggalkan sikap suka bertengkar dan memperbanyak upaya membangun persatuan.

“Jangan suka berkelahi, bertengkar. Marilah kita bersatu, jangan saling membenci.”
Pesan tersebut menjadi penutup yang menegaskan bahwa kaderisasi ulama tidak hanya bertujuan melahirkan sosok yang berilmu, tetapi juga ulama yang mampu menjadi pemersatu umat.

Melalui PKU MUI Sulsel, para calon kiai muda diharapkan membawa bekal keilmuan, akhlak, dan semangat ukhuwah untuk melanjutkan tongkat estafet MUI Sulsel serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.