MAKASSAR, muisulsel.or.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan melibatkan 20 kiai muda peserta Pengkaderan Ulama (PKU) MUI Sulsel dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI Sulsel. Para kiai muda tersebut akan hadir sebagai peserta MUSDA sekaligus mendapat amanah sebagai Liaison Officer (LO) untuk mendampingi tamu dan membantu kelancaran pelaksanaan setiap komisi.
Konsep tersebut dibahas dalam pertemuan persiapan kepanitiaan yang berlangsung di Kantor MUI Sulsel, Kompleks Masjid Raya Makassar, Senin (17/8/2026), ba’da Ashar. Pertemuan dihadiri 20 kiai muda peserta PKU, Prof Dr Muammar Bakry Lc MA, dan Rizkayadi SPdI MSc.
Prof Dr Muammar Bakry Lc MA menegaskan bahwa pelibatan kiai muda dalam MUSDA merupakan bagian dari langkah awal memperkuat kaderisasi MUI. Mereka diharapkan tidak berhenti pada keterlibatan dalam kegiatan, tetapi dapat terus mengambil peran dalam perjalanan kelembagaan MUI Sulsel.
“Kiai Muda harus dilibatkan secara aktif dalam MUSDA. Mereka perlu diberi ruang untuk belajar dan berkhidmat, sehingga memahami secara langsung bagaimana MUI bekerja. Ke depan, mereka diharapkan dapat masuk dalam kepengurusan MUI dan mengambil peran yang lebih besar.”

Menurut Muammar, pelibatan generasi muda juga dapat diarahkan pada penguatan wadah kepemudaan di lingkungan MUI Sulsel. Salah satu gagasan yang muncul adalah kemungkinan dibentuknya komisi atau wadah khusus kepemudaan MUI Sulsel sebagai ruang pembinaan dan pengembangan kader muda.
Sebagai peserta sekaligus LO, 20 kiai muda PKU akan mendapatkan penugasan untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada tamu undangan serta membantu kebutuhan masing-masing komisi. Mereka juga akan mendapatkan SK, ID Card khusus, dan fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Rizkayadi menjabarkan pembagian tugas kepanitiaan dan mengarahkan para kiai muda untuk menempati bagian sesuai kemampuan masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya komitmen waktu agar seluruh tugas dapat dijalankan secara optimal.
Konsep pelibatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kualitas pelaksanaan MUSDA, khususnya dalam aspek pelayanan tamu, pendampingan komisi, dokumentasi, serta pemanfaatan teknologi dan multimedia.
Pelibatan 20 kiai muda PKU menjadi salah satu bentuk nyata perhatian MUI Sulsel terhadap regenerasi ulama dan kaderisasi kelembagaan, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkhidmat, dan mengambil bagian dalam perjalanan MUI Sulsel ke depan.
