Hasilkan 25 Artikel Ilmiah, Peserta PKU Angkat Beragam Persoalan Fikih

Makassar, muisulsel.or.id — Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menghasilkan 25 artikel ilmiah yang ditulis para peserta selama mengikuti rangkaian pendidikan dan pengkaderan ulama.

Karya ilmiah tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari proses pembelajaran selama pelaksanaan PKU MUI Sulsel. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi keislaman dari para narasumber, tetapi juga diarahkan mengembangkan kemampuan menulis dan menuangkan gagasan dalam bentuk artikel ilmiah.

Sebanyak 25 artikel yang dihasilkan peserta membahas berbagai persoalan fikih yang berkaitan dengan kehidupan umat dan perkembangan persoalan keagamaan di tengah masyarakat.

Artikel-artikel tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kader ulama yang memiliki kemampuan membaca persoalan, mengkaji dalil, serta menyampaikan pandangan keislaman secara ilmiah dan sistematis.

Karya tulis ilmiah para peserta juga menjadi bentuk implementasi materi yang mereka terima selama mengikuti PKU, khususnya terkait metodologi kajian fikih, usul fikih, maqashid syariah, serta metode penyusunan tulisan ilmiah.

Menariknya, 25 artikel ilmiah tersebut turut dibacakan oleh pembawa acara (MC) dalam rangkaian penutupan PKU MUI Sulsel yang berlangsung di Hotel Sultan Alauddin Makassar, Rabu (12/8/2026).

Pembacaan karya peserta dalam acara penutupan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap produktivitas intelektual para kader ulama yang telah mengikuti program PKU.

Ketua Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. KH. Najamuddin, Lc., MA, dalam sambutannya berharap para peserta dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti PKU.

Ia juga berharap para kader ulama tersebut mampu hadir di tengah masyarakat sebagai ulama yang memberikan kesejukan serta menjadi pelayan umat.

“Harapan kita, ilmu yang diperoleh selama mengikuti PKU dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah ulama yang menjadi penyejuk dan pelayan umat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui karya-karya tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi secara teoritis, tetapi mampu mengembangkan tradisi keilmuan melalui kegiatan membaca, meneliti, menulis, dan mengkaji berbagai persoalan umat.

PKU MUI Sulsel menjadi salah satu ruang penguatan kapasitas kader ulama, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan yang terus berkembang. Kemampuan menulis artikel ilmiah dinilai penting agar gagasan dan pemikiran ulama dapat terdokumentasi serta menjadi bahan rujukan bagi masyarakat.

Dengan lahirnya 25 artikel ilmiah tersebut, PKU MUI Sulsel tidak hanya menghasilkan kader yang memiliki bekal keilmuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya tradisi menulis dan kajian ilmiah di kalangan ulama muda.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.