MAKASSAR– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi pengarah dan pembina bagi Forum Ikatan Santri Sulawesi Selatan dan Barat (FORIS) Sulselbar.
Komitmen dan dukungan penuh ini disampaikan dalam agenda silaturahmi dan audiensi antara pengurus FORIS dengan jajaran pengurus MUI Sulsel pada hari Jumat, 2 Oktober 2026.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan audiensi yang sebelumnya diajukan oleh Panitia Pelaksana Hari Santri Nasional 2026 FORIS Sulselbar pada 23 September 2026.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus MUI Sulawesi Selatan menyambut hangat kehadiran panitia. Berdasarkan daftar hadir, perwakilan dari MUI Sulsel yang turut hadir menerima audiensi ini di antaranya adalah Sekretaris Umum (Sekum) MUI Sulsel Prof. H. A. Marjuni, Dr. Kamaruddin M, serta Sekretaris Bidang Pendidikan Ahmad Husain. Sementara dari pihak FORIS, turut hadir Ketua Panitia Syahrul Muis dan Sekretaris Panitia Abdullah Almudzakkir.
Agenda utama dalam silaturahmi ini adalah penyampaian rencana kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026, sekaligus konsolidasi akbar para alumni pondok pesantren se-Sulawesi Selatan dan Barat.
Sebagai informasi, FORIS Sulselbar lahir dari inisiatif dan keresahan bersama para alumni pondok pesantren di wilayah Sulsel dan Sulbar. Mereka merasa perlu memiliki wadah yang solid dan terintegrasi untuk terus menjalin silaturahmi antarpesantren, memberikan dampak positif secara bersama-sama di tengah masyarakat, serta menyambut momentum Hari Santri Nasional dengan kegiatan yang produktif.
Kekuatan utama forum ini terletak pada keberagaman anggotanya. FORIS merupakan gabungan dari berbagai ikatan alumni (IKA) pondok pesantren ternama.
Sejumlah pesantren dan forum alumni yang telah tergabung di antaranya adalah: IKA Daarul Huffadz, IKA Daarul Hikmah Indonesia, IKA IMMIM / PP IMMIM, IKA Syekh Hasan Yamani, IKA Ar-Risalah Batetangnga, IKA PP, Salafiyah Parappe, Baitul Qur’an Tassbeh, Rahmatul Asri (Enrekang), dan FARIS (Forum Alumni Riyadusholihin).
Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026, FORIS Sulselbar telah merancang berbagai rangkaian acara yang edukatif, inspiratif, dan kental dengan nilai-nilai religius.
Beberapa kegiatan utama yang akan diselenggarakan meliputi: Seminar Kesantrian dan Kepemudaan: Menjadi ajang diskusi edukatif untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda Islam. Upacara Hari Santri: Puncak peringatan formal untuk mengenang jasa dan perjuangan para santri bagi bangsa. Berbagai Perlombaan: Ajang unjuk bakat, kreativitas, dan sportivitas antar-santri maupun alumni.
Kemudian Pawai dan Ziarah Makam: Bentuk penghormatan kepada para ulama pendahulu dan syiar agama yang melibatkan masyarakat luas.
Kesediaan MUI Sulawesi Selatan untuk turun tangan langsung sebagai pengarah dan pembina dinilai akan memberikan energi positif yang besar bagi FORIS Sulselbar.
Sinergi erat antara ulama dan para alumni santri ini diharapkan tidak hanya menyukseskan rangkaian acara Hari Santri 2026, tetapi juga memperkuat peran strategis kaum santri dalam memajukan umat dan bangsa, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
fauzan al bash
