Dihadiri MUI, Pemprov Sulsel Ingatkan Generasi Muda Perkuat Hafalan dan Karakter Qur’ani

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual, akhlak mulia, dan karakter Qurani.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan saat sambutan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Dr.H.M.Ishaq Iskandar pada pembukaan Karantina Tahfiz Al-Qur’an Angkatan I Tahun 2026 di Gedung Balai Kartini, Jalan Masjid Raya, Makassar, Rabu (7/10/2026).

Dr.H.M.Ishaq Iskandar

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel diantaranya Prof.Dr.KH.Mustari Bosrah (Waketum) dan Dr.H.Ahmad Husain (Sekertaris Bidang Pendidikan) .Kehadiran MUI menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pembinaan generasi muda melalui pendidikan dan penghayatan nilai-nilai Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa karantina tahfiz merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Sulawesi Selatan menuju Indonesia Emas 2045.

“Orang tua pasti merasa bangga jika anak-anaknya menjadi hafiz Al-Qur’an. Kelak mereka diharapkan dapat memberikan mahkota dan jubah kebesaran kepada orang tuanya,” ujarnya.

Kepada para peserta, ia berpesan agar memanfaatkan masa karantina selama 20 hari dengan sungguh-sungguh. Para peserta diminta fokus menghafal, memanfaatkan metode yang diberikan instruktur, serta tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai beban.

Menurutnya, para peserta merupakan anak-anak pilihan karena mendapat kesempatan mengikuti program tersebut di antara ratusan ribu siswa SMA di Sulawesi Selatan.

“Manfaatkan setiap detik, setiap menit, dan setiap jam untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jadikan hafalan ini sebagai kebutuhan dan wujud kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW,” pesannya.

Ia juga mendorong peserta agar tidak berhenti pada hafalan, tetapi memahami, mentadaburi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu dan metode menghafal yang diperoleh selama karantina juga diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga dan teman-teman, sehingga manfaat program tersebut semakin luas.

Kepada para ustaz dan instruktur, ia menitipkan para peserta untuk dibimbing dengan kesabaran, kasih sayang, dan metode terbaik.

“Bentuklah mereka bukan hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi generasi yang mampu memahami, mentadaburi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.

Kegiatan Karantina Tahfiz Al-Qur’an Angkatan I Tahun 2026 kemudian dinyatakan resmi dibuka pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.