Tausiyah

Beberapa Larangan Rasulullah dalam Berdagang

Oleh: KH. Arfang Arief (Ketua Umum MUI Kepulauan Selayar)

Selayar, muisulsel.com – Berdagang merupakan bisnis yang dijalankan oleh Rasulullah sejak kecil. Beliau selalu menemani pamannya untuk menjual dagangannya baik itu di kota Mekah ataupun ke daerah di luar Mekah.

Di usianya yang baru 25 tahun, Nabi Muhammad saw sudah menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur yang sukses, cemerlang, kaya raya, kerap berniaga hingga ke luar negeri.

Dilansir dari Berdagang Ala Nabi Muhammad, tidak heran jika emas kawin yang diberikan Nabi Muhammad saw untuk Khadijah tidak tanggung-tanggung yakni 20 ekor unta dan 12,4 ons emas. Sebuah mas kawin yang besar sekali pada saat itu, bahkan pada hari ini.

Berikut beberapa larangan Rasulullah dalam berdagang diungkap dalam beberapa uraian hadis, diantaranya:

  1. Abu Hurairah رَضِي اللَّهُ عَنْهُ berkata, “Rasulullah ﷺ telah melarang cara jual beli hanya menyentuh atau melempar.” H.R. Al-Bukhari dan Muslim.

2. Abdullah bin Umar رَضِي اللَّهُ عَنْهُ berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak boleh menjual untuk merusak penjualan kawannya.” H.R. Al-Bukhari dan Muslim.

3. Abu Hurairah رَضِي اللَّهُ عَنْهُ berkata, “Rasulullah ﷺ melarang orang menyambut pedagang yang baru datang, juga melarang penduduk membeli dari pendatang, juga melarang wanita yang akan dikawini dengan syarat harus menceraikan madunya, juga melarang seorang menawar tawaran saudaranya, juga melarang menawar untuk menjerumuskan orang lain, juga melarang membiarkan susu dalam tetek untuk menipu pada orang yang akan membeli dombanya.” H.R. Al-Bukhari dan Muslim.

4. Ibnu Abbas رَضِي اللَّهُ عَنْهُ berkata bawah Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Kalian tidak boleh menyambut pedagang yang baru datang, juga seorang penduduk tidak boleh menjualkan barangnya orang yang baru datang dari luar.” Yang meriwayatkan hadits ini bertanya kepada Ibnu Abbas, “Apakah arti tidak boleh menjualkan?”, Jawab Ibnu Abbas, “Jangan menjadi perantara (makelar)”. H.R. Al-Bukhari dan Muslim.

5. Abdullah bin Umar رَضِي اللَّهُ عَنْهُ berkata bahwa Nabi ﷺ melarang menjual buah di pohon sehingga terlihat baiknya, Nabi ﷺ melarang yang menjual dan yang membeli. H.R. Al-Bukhari dan Muslim.

6. Hakiem bin Hizam رَضِي اللَّهُ عَنْهُ berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Penjual dan pembeli keduanya bebas selama belum berpisah atau sehingga berpisah keduanya, maka jika keduanya benar, jujur, dan menerangkan, maka berkah jual beli keduanya. Dan bila menyembunyikan dan dusta dihapus berkah jual beli keduanya.” H. R. Al-Bukhari dan Muslim.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.