MAKASSAR — Komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam buku berjudul “Komunikasi Santun, Edukasi Berkualitas: Peran Strategis Muslimat dalam Membangun Generasi” karya Nurjannah Abna (Pengurus Komisi Perempuan,Remaja dan Keluarga MUI Sulsel).
Buku ini menawarkan gagasan tentang pentingnya membangun komunikasi yang santun dan edukasi yang berkualitas dalam lingkungan keluarga. Pendekatan tersebut dipandang menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki ketangguhan mental, kecerdasan intelektual, serta kemuliaan akhlak.
Dalam keterangan pada bagian belakang buku disebutkan bahwa karya tersebut mengintegrasikan falsafah kebudayaan Sulawesi Selatan, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. Nilai-nilai tersebut kemudian ditransformasikan dalam kehidupan keluarga, khususnya melalui aktivitas komunikasi dan pengasuhan anak.

Buku ini juga mengangkat konsep “meja makan” sebagai laboratorium adab yang efektif. Meja makan tidak hanya dipandang sebagai tempat berkumpul dan menikmati makanan bersama, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, menanamkan nilai kesopanan, serta memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
Lebih dari sekadar panduan pengasuhan, karya tersebut disebut sebagai manual taktis bagi Muslimat untuk membangun imunitas verbal anak dalam menghadapi polusi bahasa di jagat siber.
Tantangan perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi membuat anak semakin banyak berinteraksi dengan berbagai informasi dari lingkungan digital. Karena itu, keluarga dituntut memiliki kemampuan untuk memberikan pendampingan dan membangun komunikasi yang sehat.
Buku ini juga menempatkan rumah sebagai episentrum peradaban. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan pertama yang mampu membentuk karakter anak.
Melalui komunikasi yang santun dan edukasi yang berkualitas, keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang tangguh secara mental, cerdas secara intelektual, dan mulia secara akhlak.
Gagasan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran perempuan dan Muslimat dalam membangun ketahanan keluarga serta menyiapkan generasi menghadapi tantangan zaman.
Selengkapnya simak file buku di bawah ini..
*Irfan Suba Raya*
