Adab Berbeda Pendapat (Ikhtilāf) sebagai Pilar Persatuan Umat

Dr. KH. Syamsul Bahri Abd. Hamid, Lc., M.A ,(Dosen Bahasa dan Sastra Arab UNHAS Dekan FAI Universitas Cokroaminoto Makassar ,Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel dan Pengurus DPP IMMIM Pusat) Makassar,muisulsel.or.id – Salah satu realitas dakwah yang paling sering memicu ketegangan di tengah umat Islam dewasa ini adalah ketidakmampuan mengelola perbedaan pendapat (ikhtilāf). Perbedaan yang sejatinya…

Baca Selengkapnya

Ukhuwah Waṭaniyyah dalam Perspektif Fiqih dan Maqāṣid al-Syarī‘ah

Dr. KH. Syamsul Bahri Abd. Hamid, Lc., M.A (Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel) Makassar, muisulsel.or.id – Salah satu realitas dakwah yang terus mengemuka di tengah masyarakat majemuk adalah adanya ketegangan antara semangat keberagamaan dan komitmen kebangsaan. Tidak jarang, ukhuwah waṭaniyyah—persaudaraan sebangsa dan setanah air—dipersepsikan sebagai konsep sekuler yang terpisah dari ajaran Islam. Padahal, dalam perspektif…

Baca Selengkapnya

Ukhuwah Insāniyyah dalam Al-Qur’an Melandasi Ukhuwah Islāmiyyah

Dr. KH. Syamsul Bahri Abd.Hamid, Lc., M.A (Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel) Makassar, muisulsel.or.id – Salah satu realitas dakwah yang sering luput disadari di tengah masyarakat beragama adalah kecenderungan membangun ukhuwah Islāmiyyah dengan mengabaikan ukhuwah insāniyyah. Tidak jarang semangat membela identitas keislaman justru disertai sikap keras, eksklusif, bahkan tidak ramah terhadap sesama manusia yang berbeda…

Baca Selengkapnya

Semua Manusia Bersaudara sebagai Anak Cucu Nabi Adam AS

Dr. KH. Syamsul Bahri Abd. Hamid, Lc., M.A (Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel) Makassar, muisulsel.or.id – Salah satu realitas dakwah yang paling menantang di tengah masyarakat hari ini adalah menguatnya sekat-sekat sosial dan identitas. Perbedaan suku, ras, pilihan politik, bahkan agama, kerap menjelma menjadi sikap saling merendahkan, mudah membenci, serta hilangnya empati. Perbedaan yang semestinya…

Baca Selengkapnya

MENJATUHKAN ORANG LAN UNTUK TERLIHAT LEBIH TINGGI

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Apakah benar seseorang menjadi mulia dengan merendahkan orang lain? Apakah keunggulan harus dibuktikan dengan merusak nama, mencabik martabat, dan menabur luka? Dan mengapa sebagian manusia merasa lebih bercahaya justru ketika berhasil memadamkan cahaya orang lain? Pertanyaan-pertanyaan idiatas menggiring kita pada satu kesadaran, tidak semua yang terlihat tinggi benar-benar…

Baca Selengkapnya

KEMBANG API MENYALA, NURANI MASIH PADAM: Tahun Baru di Kalender, Beban Lama di Pundak

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Apakah pergantian tahun benar-benar menandai perubahan, atau hanya pergantian angka yang kita rayakan dengan euforia kosong? Apakah kembang api yang meledak di langit mampu menerangi hati yang lama gelap oleh kerakusan, kebencian, dan kelelahan moral? Ataukah kita sekadar berlari dari luka lama, sambil menipu diri dengan harapan instan…

Baca Selengkapnya

HUKUM 2025 SEDANG MENYALA: Tapi Siapa yang Mengatur Api?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Di tengah pergantian kepemimpinan nasional, hukum selalu berdiri di titik paling rawan, yakni antara harapan rakyat dan tarikan kekuasaan. Era pemerintahan Prabowo menghadirkan ekspektasi besar terhadap penegakan hukum yang tegas, berani, dan berkeadilan. Kejaksaan Agung pun menjadi salah satu institusi yang paling disorot, bukan semata karena prestasi yang…

Baca Selengkapnya

STRES KOLEKTIF: Tahun Berganti, Jiwa Terkuras

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tahun berganti, tetapi kelelahan batin seolah enggan pergi. Stres hari ini tidak lagi berdiri sebagai pengalaman personal, melainkan menjelma menjadi denyut bersama, merayap di rumah-rumah, kantor, ruang kelas, dan ruang ibadah. Banyak manusia hidup dalam tekanan yang melampaui kapasitas jiwanya, target demi target, tuntutan demi tuntutan, hingga batin…

Baca Selengkapnya

BERAGAMA YANG DEWASA: Keimanan Tanpa Merendahkan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Apakah iman harus ditunjukkan dengan suara yang paling keras? Apakah keyakinan menjadi lebih mulia ketika keyakinan orang lain direndahkan? Mengapa atas nama agama, lisan begitu mudah melukai, sementara hati lupa bercermin? Dan benarkah iman yang kokoh masih membutuhkan ejekan untuk merasa tinggi? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar gugatan intelektual,…

Baca Selengkapnya

Refleksi Akhir Tahun : Membaca Ulang Perjalanan Bangsa di Tengah Ujian dan Harapan

Dr. Jumadi, S.Pd.I., M.Pd.I.(Anggota KDK MUI Sulsel) Makassar, muisulsel.or.id – Sepanjang tahun ini, Indonesia dihadapkan pada berbagai dinamika sosial, politik, ekonomi, serta rangkaian bencana alam yang menyentuh hampir seluruh penjuru negeri. Dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga kebakaran hutan, semuanya menjadi catatan penting yang tidak boleh dilupakan. Refleksi akhir tahun, bukan sekadar nostalgia atas apa…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.