Ceramah Bukber: Ketum MUI Sulsel Ibaratkan Seorang Muslim Seperti Lebah Madu

Makassar,muisulsel.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Prof Dr KH Nadjamuddin Abd Safa Lc MA Ibaratkan seorang muslim seperti lebah madu yang bila ia makan, selalu mencari makanan yang baik dan bersih, berupa sari madu dari berbagai macam bunga.

“Lebah itu bila mengeluarkan sesuatu juga bermanfaat bagi makhluk lain, berupa madu yang sangat manis dan mengandung obat. Bila ia hinggap di atas ranting pohon, tidak merusak ranting itu, meskipun ranting itu sudah rapuh, “kata Prof Nadjamuddin saat mengisi acara Buka Puasa Bersama di Masjid Perumahan Bukit Nirwana Permai 1, Moncongloe Lappara Kabupaten Maros pada Ahad 24 Maret 2024.

Ia mengutip hadis Nabi yang mengumpamakan seorang mukmin itu bagaikan lebah madu.Nabi bersabda:

إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ ‏ ‏لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تَكْسِر ولم تُفْسِد (رواه أحمد والحاكم والبيهقي)

“Manusia mu’min adalah laksana lebah madu. Jika dia makan, hanya memakan makanan yang baik, jika mengeluarkan sesuatu adalah sesuatu yang baik pula dan bila hinggap diatas ranting pohon tidak mematahkannya dan merusaknya”. (HR. Ahmad, No: 18121, Hakim, No: 8566, Baihaqi, No: 5765).

Lanjutnya, manusia mukmin sejatinya akan memilih dan memilah makanan itu halal atau haram untuk dimakan. Sebagaimana lebah yang selalu memakan sari bunga yang terbaik, meskipun dalam bunga terdapat putik maupun benang sari yang cantik. Begitu pun seharusnya manusia mukmin berusaha untuk menghadirkan kepenuhan makanan yang halal dan menghindarkan dari hal-hal yang mengandung syubhat.

“Dalam ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah: 168 dijelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk memakan makanan yang halal dan baik. Perlu diingat jika makanan yang halal belum tentu baik untuk kesehatan tubuh kita, “ungkap Prof Najamuddin.

Selain itu lebah pasti meninggalkan yang baik. Madu adalah peninggalan dari lebah yang memiliki khasiat yang bagus bagi kesehatan. Seperti halnya lebah, manusia mukmin seharusnya juga dapat memberikan manfaat di mana pun ia menginjakkan kaki. Bukan malah sebaliknya, membuat kekacauan sehingga meninggalkan kesan dan efek yang kurang baik bagi orang sekitarnya.

Selanjutnya, lebah itu ketika hinggap di tempat tertentu tidak akan membuat dan meninggalkan kerusakan. Ketika lebah bersarang di pepohonan maka lebah tidak akan merusak pohon itu, ataupun jika lebah bersarang di ujung atap rumah maka lebah tidak akan merusak atap rumah tersebut. Itulah sejatinya seorang mukmin yang baik, jadi di mana pun berada tidak akan meninggalkan apa pun kecuali kebaikan, jelasnya.

Selain menjelaskan muslim ibarat lebah madu, Prof Nadjamuddin juga mensosialisasikan program halal dari Kementerian Agama yang mewajibkan bulan Oktober 2024 semua produk harus bersertifikat halal.

Ia juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab MUI yakni sebagai pelayanan umat. “Kami dari MUI melalui komisi fatwa terus merespon keluhan masyarakat terutama terkait dengan aliran sesat. MUI juga telah mengeluarkan beberapa fatwa terkait aliran sesat seperti Mr TM yang sudah ditangkap polisi, ” ungkapnya.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.