News

Goresan Pagi: Hal Lebih Utama Dari Berbakti Pada Orang Tua

Oleh: Dr. KH. Syamsul Bahri Abd. Hamid, Lc, MA (Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.com – Berbakti kepada orang tua adalah perbuatan sangat luhur yang dikerjakan seorang muslim. Namun, bila orang tua sudah wafat, hal berbakti masih bisa dilakukan seseorang yaitu dengan tetap jaga silaturahmi dengan orang orang yang disayangi orang tua.

Ibnu Dinar rahimahullah meriwayatkan kisah Ibnu Umar ra, bahwa Ibnu Umar ra sementara berada di atas kendaraan tiba-tiba ia melihat orang Baduwi berjalan. Ibnu Umar ra lalu turun dan menyapa Baduwi itu. Ia memberikan kendaraannya dan sorbannya. Ibnu Umar ra ditanya oleh para sahabatnya, kenapa berbuat begitu padahal itu hanya orang baduwi yang tak butuh pemberian bernilai seperti itu?. Ibnu Umar ra berkata Rasul saw pernah bersabda;

إنَّ مِنْ أبَرِّ البِرِّ أنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أهْلَ وُدِّ أبيهِ بَعْدَ أنْ يُولِّيَ

Diantara perbuatan yang lebih baik dari berbakti pada orang tua adalah seseorang bersilaturrahmi dengan keluarga dari orang orang yang dicintai oleh orang tuanya, setelah orang tuanya wafat.

Ibnu Umar berkata bapak orang Baduwi itu sahabat bapakku Umar bin khattab ra.

Imam an Nawawi Rahimahullah mengkategorikan perbuatan Ibnu Umar itu sebagai perbuatan yang lebih dari sekedar berbakti pada almarhum Umar bin Khattab. Bahkan Imam Nawawi menganggap yang dilakukan Ibnu Umar itu sama dengan mulianya sunnah rasul saw yaitu saat Rasulullah saw membagi-bagikan dan mengirim daging kurban pada sahabat sahabat almarhum Khadijah sang istri Rasulullah saw yang tercinta, dan ini tak lain adalah wujud balasan rasulullah saw pada kebaikan orang orang yang berjasa dan telah wafat. wallahu a’lam.

Semoga pagi kita ini penuh dengan bakti karena Allah swt dan RasulNya. Amiin. (Irfan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.