Dr. H. Syamsu Alam Usman, M.Ag
Makassar, muisulsel.or.id – Pengertian Puasa menurut bahasa adalah menahan dari sesuatu. Apabila seseorang menahan diri dari makan, atau tidak berbicara, maka orang ini bisa dikatakan menahan diri.
Adapun yang dimaksud dengan puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan puasa satu hari sempurna, mulai dari terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari dengan syarat-syarat tertentu
Puasa pertama kali difardhukan berkaitan mencampuri istri siang malam. Puasa ini bukan persoalan baru dilakukan oleh Rasulullah, sama seperti pelaksanaan shalat. Sejak masa Nabi Nuh yang membawa ketauhidan pertama sudah mulai ada perintah salat, sama halnya dengan puasa.
Perintah puasa Nabi terdahulu belum disempurnakan. Sebelum adanya perintah puasa, Rasulullah juga melaksanakan puasa seperti puasa terdahulu. Puasa Ramadhan disyariatkan tahun kedua Hijriyah seiring tahun itu juga disyariatkan shalat Tarwih dengan turunnya QS. Al Baqarah: 183
Dengan turunnya QS. Al Baqarah:183 maka diwajibkanlah Puasa untuk ummat Islam tetapi hanya berlaku umum, tidak ada yang menjelaskan waktunya. Selanjutnya, QS. Al Baqarah: 184 menjadi penjelas kapan wajib berpuasa yaitu beberapa hari yang ditentukan.
QS. Al Baqarah:185 pun menjelaskan hari yang ditentukan untuk wajib berpuasa yaitu Bulan Ramadan yang didalamnya turunnya Al Qur’an. Sehingga jelaslah penunjukkannya untuk wajib berpuasa di bulan Ramadan.
Bagaimanakah Sejarah munculnya kewajiban puasa dengan segala perintah dan larangan selanjutnya? Dapat dilihat pada video di bawah ini

