HIKMAH HALAQAH: Kebersihan Dalam Islam

AGH Prof Dr M Faried Wadjedy, Lc MA (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Agama Islam adalah agama yang sangat memperhatikan yang namanya Kebersihan. Jika dibandingkan dengan agama-agama yang lain, maka Islam memberikan perhatian yang lebih, hanya saja sebagian dari umat Islam kurang memahami cara melaksanakan sebagaimana mestinya.

Sebagai contoh dapat kita saksikan di Saudi Arabia, sangat jarang kita melihat ada sampah yang berserakan di mana-mana, atau bahkan jika berkunjung ke negara-negara Eropa seperti Belanda. Bahkan di negeri itu setiap rumah tangga memiliki kantong sampah yang besar dan akan di keluarkan jika sudah mendekati jadwalnya.

Namun negara-negara Eropa ini hanya memiliki Kebersihan secara lahiriah saja, bukan Kebersihan batiniah. Sementara Allah mencintai hamba uang senantiasa membersihkan hatinya.

Kebersihan yang dimaksud dalam ayat Alquran itu Kebersihan diri yang meliputi Kebersihan lahir dan batin. Lalu kebersihan yang kedua adalah kebersihan pangan, dan kebersihan berikutnya yakni kebersihan sandang, lalu kebersihan papan tempat dan lingkungan, dan terakhir yakni kebersihan keturunan.

Yang dimaksud dengan kebersihan lahiriah diri kita adalah bersih dari hadas dan najis. Dan bersih dari hadas ini dengan cara mandi, wudhu, atau bertayammun.

Sementara kebersihan dari najis atau khubus itu dengan cara beristinja’.

Dalam hadis Nabi Muhammad Saw mengatakan bahwa ada lima kebersihan ekstra yang disebut kebersihan fitrah bagi manusia. Yang pertama kebersihan isti’dal yaitu membersihkan rambut yang ada di sekitar kemaluan.

Kebersihan kedua yakni khitan atau disunat bagi laki-laki, yang ketiga memotong dan merapikan kumis, lalu keempat membersihkan rambut ketiak, dan yang terakhir adalah memotong kuku.

Kelima hal di atas adalah kebersihan lahiriah saja, lalu bagaimanakah yang dimaksud dengan kebersihan batiniah? Manakah lebih utama kebersihan lahiriah atau kebersihan batiniah? Simak ulasannya dalam kajian berikut ini.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.