HIKMAH RAMADAN: Masyarakat Modern dan Keseimbangan Sunnah

Prof. Dr. Andi Darussalam, MA.

Makassar, muisulsel.or.id – Islam mengajarkan kita, teristimewa, melalui petunjuk Alquran dan Sunnah Rasul bahwa dalam kehidupan ini mesti ada keseimbangan. Contohnya, kita yang sudah taat beribadah ritual seperti puasa, shalat, dan haji, akan menyebabkan menjadi saleh secara ritual

Tetapi tidak hanya itu, kita juga diminta menjadi saleh secara sosial. Kita lihat kenapa salat kita diakhiri dengan salam, puasa kita diakhiri dengan zakat dan haji kita diakhiri dengan qurban, agar kita paham bahwa yang iingin dicapai bersama adalah katakwaan bersama, ketakwaan kolektif bukan ketakwaan komunal apalagi ketakwaan individu.

Kenapa salat jemaah kita lebih berpahala dari pada jemaah sendiri. Islam sangat memperhatikan salat berjamaah seperti salat Jumat karen itu berkaitan dengan aspek kemasyarakatan.

Dalam berbagai kesempatan Rasul sering kali memberikaan tuntunan pada kita untuk dapat mengambil hikmah sosial dala setiap tuntunan kita.

Seperti diriwayatkan bahwa Rasul pernah memendekkan salatnya karena adanya suara bayi yang menangis karena kehawatiran kepada ibu anak tersebut.

Jangan sampai kita berhenti hanya pada peribadatan ritual karena ajaran islam lebih banyak menekankan pada aspek kemasyarakatan

Saya sering mengungkapkan bahwa Zikir itu bagus, tetapi lebih utama memberikan beasiswa kepada siswa yang tak mampu, memberi tip pada petugas kebersihan, dan seluruh kegiatan yang membantu dalam bidang sosial

Simak penjelasan lengkapnya tentang keseimbangan Sunnah dan Masyarakat Modern dalam video dibawah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.