AG. Dr. H. BAHARUDDIN AS., MA. Ketua MUI Makassar / Ketua Yayasan Masjid
Makassar, muisulsel.or.id – Siapa yang tidak sama dengan takwanya orang-orang sufi, dia tidak mengetahui apa yang menyebabkan dia menangis. Orang sufi menangis karena hanya takutnya kepada Allah swt.
Abu Sulaiman Ad Darani mengungkapkan bahwa tidaklah rasa takut itu pada salah satu hati seseorang kecuali hati itu menjadi hancur atau runtuh. Orang takut itu bukan satu tingkatan tetapi memiliki beberapa tingkatan.
Ibnu Ajiba mengungkapkan ada tiga tingkatan. Pertaman, takutnya orang awam adalah takutnya orang dari siksaan atau kehilangan pahala. Takutnya orang khawaz, takut kedua, adalah takut dari cercaan amalnya dan takut karena tidak mendekat kepada Allah. Sementara yang terakhir, takutnya orang khusus adalah takut karena adabnya (kelakuan baiknya kepada Allah)
Adapun pengharapan (ar Raja)adalah tenang menunggu karunia Allah dengan disertai dengan pembuktian amal dalam segala hal. Kalau tidak demikian maka mereka termasuk orang tertipu.
Allah mendorong kepada kita untuk memiliki sifat ar Raja (mengharapkan rahmatnya Allah) dan sebaliknya kita dilarang berputus asa.
“Katakan wahai hambaku kepada orang yang bergeliman dosa, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah karena Allah mengamputi dari seluruh macam dosa, karena Allah maha Pengampun dan Pengasih.”
Simak penjelasannya lebih detil pada video dibawah ini

