Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya dalam menjaga harmoni dan mempererat ukhuwah antarumat beragama dengan menghadiri pembukaan Konsultasi Nasional Persekutuan Oikoumene (Konas POUK) ke-XI yang digelar oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Hotel Myko, Jalan Adhyaksa Baru, Makassar, Kamis (6/11/2025).
Acara nasional tersebut dihadiri ratusan utusan PGI dari seluruh Indonesia. Turut hadir Wakil Ketua Umum MUI Sulsel Prof Dr KH M Ghalib, MA, staf ahli gubernur selaku perwakilan Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemkot Makassar, serta sejumlah tokoh lintas agama.
Dalam wawancara terpisah, KH M Ghalib menyampaikan apresiasi dan penghormatannya atas terselenggaranya agenda nasional ini. “Kami dari MUI Sulsel menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi untuk Konas POUK ke-XI ini. Intinya kegiatan ini adalah merawat kekeluargaan dan memperkuat silaturahmi antarumat manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan, meski terdapat perbedaan keyakinan, semangat kebersamaan dan perdamaian harus tetap dijaga. “MUI menghormati setiap perbedaan, karena menjaga kerukunan dan kedamaian antar anak bangsa adalah tanggung jawab bersama. Dalam tubuh MUI sendiri ada Komisi Kerukunan Umat Beragama yang memang bertugas membangun sinergi lintas iman tanpa mengabaikan akidah umat Islam,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua MPH PGIW Sulselra, Pdt. Adrie O. Massie, menyampaikan bahwa POUK merupakan salah satu persekutuan terbaik di Indonesia, dengan 126 persekutuan anggota yang tersebar di berbagai daerah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan dari berbagai penjuru nusantara,” katanya.
Kegiatan Konas POUK ke-XI secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Ketua Umum MPH PGIW Pusat, menandai dimulainya rangkaian acara yang diharapkan menjadi momentum memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama.
Kontributor: Nur Abdal Patta
