Ketum MUI Ulas Pencegahan konflik Umat Beragama Pada FGD Kepenghuluan

Makassar, muisulsel.or.id – Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr KH Nadjamuddin AS membawakan materi dalam program kegiatan Focus Group Discussion (FGD) KepenghuluanĀ  dan mengulas tentang pencegahan konflik umat beragama.

Dalam ulasan tersebut Prof Dr KH Nadjamuddin AS, Lc MA, selaku ketum MUI membahas isu-isu kepenghuluan yang menjadi topik FGD di tingkat penghulu seSulawesi Selatan, dan materi tersebut lebih memfokuskan pada materi “Ajaran Islam dan Upaya Cegah Konflik Umat Beragama”.

Gurutta Nadjamuddin dalam ulasannya mengatakan akan pentingnya menjaga akhlak dalam artian yang bersifat umum dan luas serta meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.

Ia memberikan contoh dalam berakhlak diantaranya adalah, akhlak dalam bergaul, akhlak dalam berbicara, dan akhlak dengan sesama orang, maupun akhlak dengan sesama makhluk dan akhlak terhadap penganut agama yang lain.

“Sebuah hadis Rasulullah disebutkan bahwa terdapat seorang wanita yang sangat bagus ibadahnya, namun akhlaknya terhadap tetangga itu tak bagus, sehingga Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu adalah penghuni neraka,” ulasnya di hadapan para penghulu.

Selanjutnya Gurutta menjelaskan bahwa seharusnya kita sebagai seorang mubaligh hendaknya senantiasa memperbaiki hubungan silaturahmi, oleh sebab hal itu dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur, sambungnya.

Agama memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berlaku baik terhadap sesama manusia, tanpa melihat orang tersebut berasal dari suku atau agama apapun.

Kegiatan ini pun mengadakan sesi dialog antara pemateri dan peserta fokus discussion Group. Salah satu peserta menanyakan perihal Bagaimana hukumnya memberikan ucapan selamat terhadap non muslim, seperti memberikan ucapan selamat hari raya bagi mereka.

Gurutta Nadjamuddin mengatakan bahwa jika kita mengatasnamakan suatu jabatan untuk memberikan ucapan selamat terhadap agama lain maka hal itu diperbolehkan. Oleh sebab dengan tujuan untuk menjaga hubungan silaturahim antar sesama manusia.

Bahkan, Gurutta pun menambahkan, bahwa secara pribadi pun masih boleh memberikan ucapan selamat, akan tetapi dengan satu syarat hatinya tidaklah membenarkan agama lain tersebut. Namun, untuk menjaga aqidah maka sebaiknya hal itu tidak perlu dilakukan.

Dalam konsep MUI kita mengenal yang namanya 3 jenis persaudaraan, diantaranya adalah ukhuwah islamiyah, yang kedua adalah Ukhuwah wathaniyah, dan yang ketiga adalah ukhuwah Basyariyah.

Konsep ukhuwah seperti inilah yang tidak dipahami oleh sebagian umat Islam, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kerawanan konflik antar sesama, terlebih pada daerah yang penduduknya minoritas dalam suatu penganut agama.

Fokus group discussion yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan ini dihadiri oleh para penghulu dan mubaligh dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan di hotel Aerotel Smile, Jl. Muchtar Luthfi Makassar, pada 6 Agustus 2023.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.