Pinrang, muisulsel.or.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang berlangsung semarak, Sabtu (6/12/2025). Ratusan jamaah memadati halaman kantor yang turut dihadiri Forkopimda serta Wakil Bupati Pinrang, dan jajaran Kementerian Agama Pinrang.
Pada momentum tersebut, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof Dr KH Muammar Bakry, tampil membawakan hikmah Maulid yang penuh makna dan nuansa pencerahan.
Dalam tausyiahnya, Prof Muammar mengutip pesan emas dari Imam Syafii. “Orang-orang yang berkumpul mengingat Rasulullah, membaca Al-Qur’an dan bersalawat, maka kelak akan bersama para nabi, syuhada, wali, dan orang saleh di surga,” ujarnya mengulang kutipan sang imam mazhab.
Menurutnya, inti dari seluruh rangkaian Maulid tidak lain adalah bersalawat kepada Nabi. Ia pun mengibaratkan salawat sebagai kendaraan spiritual. “Jika dianalogikan, salawat itu ibarat kendaraan yang mengantar kita kepada Allah. Tanpa salawat, kita tidak akan sampai kepada Sang Maha Pencipta,” jelas Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar itu.

Di tengah ceramah, Prof Muammar juga menyinggung pengaruh teknologi—khususnya handphone—terhadap karakter manusia. Ia menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi sumber kebaikan atau keburukan, tergantung siapa yang menggunakannya. “Kalau hati seseorang baik, maka HP akan menyajikan hal-hal baik. Tapi kalau hatinya buruk, maka yang muncul pun keburukan. Karena itu gunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan,” pesannya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Pinrang saat memberikan sambutan pemerintah menyebutkan bahaya dan manfaat dari sebuah teknologi HP saat ini, terlebih dengan adanya teknologi AI yang sangat memudahkan penggunanya namun juga bisa berakibat buruk jika tidak di manfaatkan sebaik-baiknya.
Di penghujung tausyiah, Prof Muammar mengajak seluruh jamaah larut dalam salawat dan doa bersama. Suasana menjadi semakin khidmat, menutup peringatan Maulid dengan harapan tercurahnya berkah, teladan, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kontributor: Nur Abdal Patta
