Khutbah Jumat, KH Yusri Arsyad Kisahkan Kesabaran Rasulallah Saat di Kota Thaif

Makassar,muisulsel.or.id – Dr KH Yusri Arsyad Lc MA mengulas peristiwa saat Rasulallah mendapat ujian di kota Thaif pada khutbah di Masjid Raya Makassar, Jumat 7 Februari 2024.

KH Yusri Arsyad yang juga sebagai pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan ini mengisahkan kesabaran Nabi Muhammad Saw saat berdakwah di kota Thaif sampai dilempari kotoran dan batu sehingga berlumuran darah.

Rasulullah Saw ditolak keras oleh suku Tsaqif. Mereka bahkan tega menghina beliau, membujuk orang-orang bodoh dan budak-budaknya untuk meneriaki serta melempari Nabi Muhammad dengan batu.

Zaid bin Haritsah yang menemani Rasulullah bahkan berusaha melindungi beliau dari lemparan batu tersebut. Sayangnya, batu-batu itu tetap mengenai tubuh sang rasul hingga berdarah-darah.

Bersama Zaid, Nabi Muhammad kemudian beristirahat di bawah pohon kurma. Apa yang dirinya alami di Thaif justru lebih berat ketimbang di Makkah.

Lalu, keduanya kembali ke Makkah. Peristiwa tersebut menjadi awal pergerakan hijrah Rasulullah bersama sahabat dan penduduk muslim Makkah lainnya menuju Madinah.

KH Yusri melanjutkan dalam ujiannya itu Rasulullah ditawari malaikat Jibril untuk menghukum penduduk Thaif yang telah menganiaya dirinya namun nabi menolaknya.

“Malaikat Jibril merasa terluka. Ia lalu berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “Allah Swt mengetahui apa yang terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah Swt telah memerintahkan malaikat-malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu,”.

Nabi Muhammad Saw justru menjawab dengan lembut, “Tidak. Aku mohon mereka diberi tangguh waktu. Ke depannya, mudah-mudahan Allah Swt berkenan melahirkan dari mereka generasi yang aka menyembah-Nya tanpa mempersatukan dengan sesuatu apa pun,” .Dan Alhamdulillah kota Thoif sampai sekarang penduduknya semua memeluk Islam berkat doanya Nabi Muhammad Saw.

Lanjutnya peristiwa ini merupakan bentuk kesabaran nabi yang patut kita jadikan tauladan dalam kehidupan terutama kesabaran dalam menghadapi ujian.

Ada orang yang tidak sabar saat diberi ujian sehingga bertambah stres dan sampai menyakiti orang lain sehingga ujiannya menjadi musibah padahal kalau bersabar dan ridha maka Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya dan mengangkat derajatnya.

Sebagaimana Rasulullah setelah mendapat berbagai ujian di Thaif maka Allah Swt mengangkat derajatnya dengan memperjalankannya atau yang kita kenal dengan peristiwa Isra dan Mikraj dimana Rasullullah bertemu langsung dengan Allah Swt dan merima perintah shalat lima waktu.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.