Makassar, muisulsel.or.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., memberikan tausiyah dalam kegiatan Pengajian dan Istighosah yang digelar Kementerian Agama bekerja sama dengan Masjid Raya Makassar, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung usai salat Isya berjemaah itu dihadiri berbagai organisasi Islam, majelis taklim, tokoh agama, dan masyarakat Kota Makassar.
Dalam tausiyahnya, Prof.Nasaruddin Umar mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa beristiqamah dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Menurutnya, ibadah tidak hanya diukur dari banyaknya amalan, tetapi juga harus disertai keikhlasan yang menjadi inti diterimanya setiap amal.
Ia menjelaskan bahwa seorang mukmin perlu terus meningkatkan kualitas spiritualnya melalui berbagai tingkatan ibadah, mulai dari keikhlasan hingga mencapai derajat istiqamah. Dengan menjaga konsistensi dalam beribadah dan memperbanyak amal saleh, seorang hamba diharapkan dapat mengakhiri hidupnya dalam keadaan husnul khatimah.
“Husnul khatimah merupakan cita-cita setiap orang beriman dan menjadi jalan menuju surga Allah SWT,” pesannya.
Menteri Agama juga memotivasi jemaah agar menyediakan ruang khusus di rumah sebagai tempat bermunajat kepada Allah SWT. Menurutnya, ruang tersebut sebaiknya menjadi tempat yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, sehingga dapat digunakan untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan salat dengan lebih khusyuk. Ia menyarankan agar di tempat tersebut disediakan perlengkapan ibadah seperti sajadah dan tasbih sebagai pengingat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, Prof. Nasaruddin mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal. Ia menegaskan bahwa amal kebaikan tidak boleh dilakukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari manusia. Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan banyak melakukan amal secara tulus tanpa memamerkannya kepada orang lain.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama di tengah masyarakat Sulawesi Selatan. Ia juga memaparkan berbagai capaian Kementerian Agama Sulsel, salah satunya percepatan sertifikasi tanah wakaf.
Ali Yafid menjelaskan bahwa sekitar 400 bidang tanah wakaf telah berhasil disertifikasi melalui kerja sama antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan dengan instansi pertanahan. Program tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset wakaf, termasuk masjid dan sarana ibadah lainnya.
Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis sejumlah sertifikat tanah wakaf kepada para nazir sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi aset wakaf umat. Rangkaian kegiatan Pengajian dan Istighosah ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A.
*Irfan Suba Raya*
