Gowa, muisulsel.or.id – Sekretaris Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Dr. KH. Abdul Wahid Hadade, Lc., MA memimpin doa pada Seminar Internasional 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari yang digelar di Auditorium Kampus UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Kamis (9/7/2026).
KH. Abdul Wahid Hadade yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar memohon kepada Allah SWT agar seminar tersebut menjadi majelis ilmu yang dipenuhi keberkahan, hikmah, serta membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan peradaban dunia.
Dalam doa yang dipanjatkannya, ia juga memohon agar Allah SWT menganugerahkan kepada seluruh peserta semangat untuk meneladani Syekh Yusuf Al-Makassari, terutama dalam keluasan ilmu, ketakwaan, keikhlasan, keberanian, dan perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam.
“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memuliakan Syekh Yusuf Al-Makassari dengan ilmu, ketakwaan, keberanian, kesabaran, dan perjuangan yang mulia, maka anugerahkan pula kepada kami semangat meneladani akhlaknya, menapaki keluasan ilmu dan keikhlasannya,” doa KH. Abdul Wahid Hadade.

Ia juga memohon agar Allah mempersatukan hati seluruh peserta dalam ukhuwah, melapangkan pikiran dalam musyawarah, menguatkan langkah dalam dakwah, serta menjadikan setiap gagasan yang lahir dari seminar tersebut sebagai amal jariah yang diridai Allah SWT.
Selain itu, doa juga dipanjatkan agar warisan pemikiran dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari terus menjadi inspirasi lahirnya peradaban yang berlandaskan iman, ilmu, keadilan, persaudaraan, kedamaian, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Seminar bertema “Warisan Keislaman, Perjuangan Kemanusiaan, dan Diplomasi Peradaban Dunia” tersebut menghadirkan Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA sebagai pembicara utama. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mengaktualisasikan pemikiran dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai ulama besar Nusantara yang kiprahnya diakui dunia.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan teladan ulama yang membangun peradaban melalui ilmu, akhlak, dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, dakwah Syekh Yusuf yang mengedepankan hikmah, kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
“Syekh Yusuf bukan sekadar penyebar agama. Beliau adalah ulama yang membangun peradaban melalui ilmu, akhlak, dan perjuangan kemanusiaan. Dakwahnya mampu diterima oleh berbagai bangsa karena mengedepankan hikmah, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Menteri Agama.
Seminar internasional tersebut dihadiri para ulama, akademisi, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta peserta dari dalam dan luar negeri sebagai bagian dari peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama besar yang jejak dakwah dan perjuangannya melintasi Indonesia, Sri Lanka, hingga Afrika Selatan.
*Irfan Suba Raya*
