Peserta PKU: Metodologi Fatwa Ajarkan Dai Tak Tergesa-gesa Ambil Kesimpulan

Makassar, muisulsel.or.id — Peserta Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Sulawesi Selatan, KM. Muh Usman, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program kaderisasi ulama yang dinilainya memberikan wawasan keilmuan yang langka ditemukan di tempat lain.

Hal tersebut disampaikan KM.Muh.Usman, alumni STIBA Makassar, saat diwawancarai dalam Podcast MUI Update di Hotel Sultan Alauddin, Selasa (11/8/2026).

Usman mengatakan, PKU MUI Sulsel yang diikuti 25 peserta menjadi ruang penting untuk menggali pengetahuan sekaligus memperluas perspektif dalam memahami persoalan keumatan.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berterima kasih kepada MUI Sulsel yang telah memberikan peluang untuk mendapatkan wawasan keilmuan yang saya rasa jarang ditemukan di tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya pria asal Kabupaten Enrekang ini, salah satu keunggulan PKU tahun ini adalah penekanan pada metodologi fatwa. Materi tersebut dinilai penting bagi seorang dai agar tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan ketika menghadapi persoalan di tengah masyarakat.

“Bagaimana membuat fatwa, sehingga ketika mungkin dipersoalkan pada sebuah masalah, saya tidak akan langsung tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Artinya, kita belajar untuk lebih berpikir dulu sebelum menyampaikan informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan,” jelasnya.

PKU Jadi Ruang Pertemuan Beragam Warna

Selain aspek keilmuan, Usman menyebut keberagaman latar belakang peserta menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama mengikuti PKU.

Ia membandingkan suasana pendidikan di kampus dengan PKU. Jika sebelumnya ia merasakan lingkungan akademik yang cenderung memiliki satu warna, PKU justru mempertemukannya dengan peserta dari beragam latar belakang.

“Di kampus kita hanya memiliki satu warna. Di ruangan ini, kita datang dari berbagai warna. Ini yang memberikan kesan fantastis di ruang PKU,” ungkapnya.

Menurut Usman, keberagaman tersebut membuat PKU layak disebut sebagai miniatur masyarakat Indonesia, tempat berbagai latar belakang dan corak pemikiran dapat bertemu dalam satu ruang pembelajaran.

“PKU ini ibaratnya miniatur dari masyarakat Indonesia. Kita lihat anggota-anggotanya sendiri tidak cuma satu warna, tetapi beragam,” katanya.

PKU Diharapkan Jadi “Gapura” Para Dai

Usman berharap PKU MUI Sulsel tidak berhenti sebagai program pendidikan, tetapi menjadi pintu bagi para dai untuk meningkatkan kemampuan membaca persoalan masyarakat secara komprehensif.

“Semoga PKU dapat menjadi gapura bagi para dai-dai. Sehingga setelah keluar dari pengaderan ini, mereka dapat melihat situasi atau masalah di masyarakat dari berbagai aspek dan bisa menilai secara objektif,” harapnya.

Ia menilai kemampuan melihat persoalan dari berbagai perspektif sangat penting bagi dai. Sebab, persoalan masyarakat tidak selalu dapat dijawab hanya dengan melihat satu sisi.

Metodologi Penulisan Jadi Materi Favorit

Dari sejumlah materi yang diterima selama PKU, Usman menyebut metodologi penulisan menjadi salah satu yang paling berkesan. Ia secara khusus mengapresiasi materi yang disampaikan Dr. Abd Syattar.

Baginya, materi tersebut membuka pemahaman bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau lisan, tetapi juga dapat disampaikan melalui tulisan.

“Berdakwah bukan hanya dengan lisan, berceramah, tapi bisa berdakwah dengan tulisan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi MUI yang menurutnya memberikan ruang bagi para dai untuk mengembangkan dakwah melalui tulisan.

“Lebih spesialnya lagi, MUI menyediakan ruang untuk tulisan-tulisan atau yang ingin berdakwah melalui tulisan. Itu yang menjadi poin plus untuk MUI,” katanya.

Usman berharap pengalaman mengikuti PKU selama sepuluh hari dapat menjadi bekal bagi dirinya dan peserta lainnya untuk terus menambah wawasan, memperkuat kapasitas keilmuan, serta menghadirkan dakwah yang lebih objektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.