Prof Kamaluddin Berikan Sambutan Pada Pelantikan Muslimat NU

Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mewakili Ketua Tanfiziah Nahdlatul Ulama PWNU Sulsel dalam kegiatan istighosah kebangsaan dan sekaligus pelantikan pengurus cabang Muslimat NU.

Prof Dr KH Kamaluddin Abunawas dalam sambutan mewakili ketua Tanfiziah PWNU berpesan beberapa hal terkait dengan tradisi-tradisi NU khususnya di Sulawesi Selatan yang sudah mulai tergerus satu persatu oleh perubahan zaman.

“Saya ingin meminta kepada para pengurus Muslimat NU agar kembali Menghidupkan tradisi-tradisi NU yang pelan-pelan sudah mulai hilang, contohnya melakukan zikir setelah salat, dan di masjid-masjid yang ada di Makassar kebanyakan sudah tidak melakukannya lagi,” ungkap guru besar UINAM ini.

Selain dari itu menurutnya, hal kedua yang menjadi tradisi NU zaman dahulu yakni adanya kelompok ibu-ibu yang melakukan barazanji di masjid, dan hal tersebut umum dilakukan di berbagai daerah di Sulsel bahkan di daerah lain.

Selanjutnya Kamaluddin berpesan agar para pengurus Muslimat NU ini lebih berperan dan memberikan kontribusi yang lebih nyata di masyarakat. “Apalagi saat ini para pengurus di wilayah, bahkan pengurus cabang pun ada yang bergelar profesor. Jadi SDM di Muslimat sekarang sudah sangat meningkat, karena diisi oleh kaum intelektual,” ujarnya dalam sambutan di auditorium KH Muhyiddin Zain kampus UIM Al-Gazali Makassar, Ahad (14/1/2024).

Pesan terakhir uang disampaikan olehnya, yakni ia mengharapkan kepada seluruh pengurus yang telah dilantik agar menjalankan organisasi dengan baik dan penuh amanah. Ditambahkan pula agar terus menjunjung tinggi toleransi sesama umat.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa usai melantik enam PC Muslimat NU kabupaten/kota se Sulsel mengatakan agar senantiasa menjaga kekompakan.

Ia berharap kepada pengurus Muslimat NU agar dapat memberikan berkah kepada masyarakat luas. Sehingga ia berharap pelantikan ketua PC Muslimat NU kabupaten/kota mendapat barokah.

“Kita malam ini dan berharap Muslimat NU terus mengamalkan shalawat setiap mengawali rutinitas, bahkan dikembangkan lagi,” harapnya.

Gubernur Jawa Timur ini pun bercerita di era kepemimpinannya. Ikhtiar ikhtiar spiritual terus dilaksanakan, mulai dari Sholawat hingga puasa yang diterapkan oleh pemerintah Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri tiga Rektor Universitas, antara lain Rektor UIN, Rektor UIM Al-Gazali, dan Rektor UMI. Hadir pula Ketua DPRD Provinsi, bersama sejumlah pejabat pemprov lainnya beserta para tamu undangan.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.