Makassar, muisulsel.or.id – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Prof Dr KH Muammar Bakry Lc M Ag menghadiri puncak perayaan milad ke-49 MUI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat 27 Juli malam.
Acara konsolidasi dan rapat koordinasi kelembagaan Majlis Ulama Indonesia berlangsung 2 hari dalam rangkaian Milad ke-49 MUI.
Adapun dalam rapat koordinasi, dibahas tentang kode etik anggota MUI jika terjadi pelanggaran etika dengan dibentuknya Mahkamah Etik yang sifatnya edhock.
Juga dibahas tentang LPPOM untuk merespon UU yang berkaitan dengan kehalalan. Puncak acara tasyakuran dihadiri Wapres KH Ma’ruf Amin dirangkaikan dengan acara lelang lukisan yang juga dihadiri Panglima TNI Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dr. Budi Prijono, S.T., M.M., C. Fr.A.
Acara puncak perayaan milad MUI tersebut dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin.
“MUI sudah saatnya proaktif dalam mendukung Prabowo menjadikan umat Islam sebagai tuan rumah di negerinya sendiri,” ujar Ketua Lembaga Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan dalam keterangannya.
Selama ini, kata dia, umat Islam hanya menjadi penonton dan pinggiran dalam pembangunan. Sedangkan segelintir konglomerat bisa menguasai porsi ekonomi hingga 60 persen.
Apabila struktur ekonomi dan sosial yang penuh ketimpangan terus dipertahankan, maka besar kemungkinan kegelisahan sosial akan menjadi momok bagi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
“Untuk itu isu Prabowo akan menciptakan pertumbuhan tinggi, 8%, harus bersifat inklusif. Artinya, pertumbuhan ekonomi itu harus menyasar pada kesejahteraan rakyat banyak, khususnya umat Islam, yang selama ini terpinggirkan,” imbuhnya.
Gerakan afirmative action, seperti yang dilakukan Professor Soemitro Djojohadikusumo di era Orde Lama, maupun di Malaysia, oleh Mahathir Muhammad, bukanlah bersifat rasis. Justru tema terbesar saat ini di dunia adalah sharing prosperity atau kemakmuran bersama.
Selain itu, ia pun mengapresiasi Prabowo yang membawa tim pengusaha yang mendampinginya dalam pertemuan bisnis di Prancis kemarin. “Mayoritas mereka tokoh-tokoh pegusaha pribumi dan muslim,” tutur dia.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menjelaskan, pelaksanaan Pilpres 2024 telah berlangsung dengan baik. Dia mengingatkan persatuan Indonesia harus terus dipelihara ke depannya.
Apalagi, kata Anwar, masyarakat menaruh harapan yang besar terhadap pemimpin Indonesia yang baru. “Masyarakat tentu menaruh harapan yang besar terhadap pemimpin nasional yang baru agar dapat bekerja lebih baik, lebih gigih agar memberikan maslahat yang besar untuk Indonesia menjadi negara maju, negara sejahtera, makmur. Ini amanah yang kita harapkan kepada pemimpin baru,” tutur Anwar dalam sambutannya.
Irfan Suba Raya
