Terbawa Arus: Jebakan Hustle Culture yang Membutakan Manusia Modern dari Rasa Bahagia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Hustle culture adalah budaya yang mengagungkan kerja keras, kesibukan, dan pencapaian tanpa batas sebagai ukuran keberhasilan. Istirahat dianggap kemalasan, sementara terus bekerja dipandang sebagai kehebatan. Padahal, masalahnya bukan pada kerja keras, melainkan ketika ambisi menguasai kehidupan dan manusia kehilangan kemampuan menikmati hasil perjuangannya. Kita hidup dalam zaman ketika…

Baca Selengkapnya

IJAZAH GIBRAN DAN TARUHAN POLITIK: Kontroversi yang Menggerus atau Mengokohkan Kekuasaan?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Dalam politik, tidak semua persoalan selesai ketika putusan pengadilan dibacakan. Ada persoalan yang berakhir secara prosedural, tetapi terus bergema dalam kesadaran publik karena menyangkut kepercayaan, integritas, dan legitimasi kekuasaan. Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar persoalan dokumen pendidikan. Di baliknya, ada pertanyaan yang lebih besar, yakni apakah kontroversi…

Baca Selengkapnya

AIR TERJUN KEHIDUPAN: Jatuh Tak Berarti Hina, Naik Tak Berarti Mulia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Air terjun menyimpan filosofi kehidupan yang mendalam: yang turun tidak selalu hina, sebagaimana yang naik tidak selalu mulia. Air terjun tetap indah meski jatuh dari ketinggian. Ia mengalir melewati bebatuan, menghadirkan keindahan, dan memberi kehidupan. Manusia justru sering mengukur nilai diri dari jabatan, kekayaan, kecerdasan, pendidikan, popularitas, koneksi,…

Baca Selengkapnya

SIBUK: Ketika Waktu Menjadi Alasan, dan Kepentingan Menjadi Ukuran

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makasssar) Sibuk adalah bagian dari kehidupan. Namun, di balik kesibukan, sering kali tersembunyi persoalan prioritas, bukan semata-mata kekurangan waktu, melainkan kepada siapa waktu itu diberikan dan untuk apa digunakan. Kita mudah meluangkan waktu bagi mereka yang memiliki jabatan, kekuasaan, jaringan, atau keuntungan. Sebaliknya, orang yang dianggap tidak memberi manfaat…

Baca Selengkapnya

LANGIT BERASAP, PERJALANAN TERHAMBAT: Penerbangan Boleh Terlambat, Kepastian Jangan Terlewat”*

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tidak semua perjalanan yang tertunda berarti perjalanan yang gagal. Terkadang, langkah harus dihentikan bukan karena tujuan kehilangan makna, melainkan karena keselamatan menuntut kebijaksanaan. Asap yang menghalangi penerbangan bukan sekadar persoalan jarak pandang, tetapi juga ujian kesabaran, kejernihan berpikir, dan kematangan dalam menyikapi keadaan. Di balik ruang tunggu, ada…

Baca Selengkapnya

Mungkin Bukan Dia Yang Hilang, Tapi kita Yang Diselamatkan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada saatnya kita begitu mencintai seseorang, memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh, menyebut namanya dalam setiap doa, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan: dia bukan bagian dari takdir yang Allah pilihkan untuk kita. Sakit? Tentu…..Sebab kita sering mengira, jika cinta sudah tulus, perjuangan sudah maksimal, dan doa sudah dipanjatkan setiap malam, maka…

Baca Selengkapnya

JANGAN TAKUT BERJALAN PELAN: Jangan Berhenti Melangkah Menuju Kebaikan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada masa ketika kita merasa tertinggal. Melihat orang lain sudah jauh melangkah, sementara kita masih sibuk menata kepingan hidup. Ada yang kariernya melesat, ada yang telah sampai pada tujuan, sementara kita masih berjalan di jalan yang panjang dan melelahkan. Pada saat seperti itu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hidup…

Baca Selengkapnya

Teruslah Menjadi Matahari: Jangan Hanya Hidup, Hadirkan Kehidupan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada manusia yang sekadar hidup, tetapi ada manusia yang menghidupkan. Kehadirannya mungkin sederhana, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih terang, lebih tenang, dan lebih baik. Ketika ia pergi, ada manfaat yang tetap tinggal. Maka pertanyaan terpenting bukan hanya berapa lama kita hidup, tetapi untuk apa hidup kita digunakan? Di…

Baca Selengkapnya

Jangan Lelah Menjadi Baik Hanya Karena Mereka Belum Berubah

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada saatnya kita lelah berbuat baik. Bukan karena kebaikan itu berat, tetapi karena kita terlalu lama menunggu orang lain berubah. Kita sudah menasihati, memberi contoh, bersabar, bahkan mendoakan. Namun, mereka tetap dengan pilihannya. Lalu diam-diam kita bertanya, “Apakah saya gagal dan semua yang kulakukan sia-sia?” Di sinilah kita…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.