Lima Fondasi Kecerdasan dalam Wahyu Pertama

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Membaca Wahyu Pertama sebagai Peta Jalan Kehidupan) Tidak ada wahyu yang turun tanpa hikmah. Terlebih lagi wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW. di Gua Hira. Menariknya, Allah tidak memulai risalah Islam dengan perintah membangun kekuasaan, mengumpulkan harta, atau menghadapi musuh. Wahyu pertama justru dimulai dengan satu kata yang…

Baca Selengkapnya

EKOTEOLOGI: Ketika Mencintai Tuhan Harus Terlihat dari Cara Kita Mencintai Bumi

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Refleksi atas Pencerahan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.) Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh perebutan kepentingan, eksploitasi sumber daya alam, kerusakan lingkungan, konflik identitas, dan krisis kemanusiaan, manusia sesungguhnya sedang menghadapi satu pertanyaan besar yang jarang disadari, apakah kita benar-benar memahami hubungan antara…

Baca Selengkapnya

TERTAWA DALAM TIMBANGAN LANGIT

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tertawa adalah salah satu bahasa paling tua dalam kehidupan manusia. Sebelum manusia pandai berbicara, ia telah mengenal senyum. Sebelum mengenal banyak hal tentang dunia, seorang bayi telah mampu tertawa. Karena itu, tertawa bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama. Justru ia merupakan bagian dari fitrah yang Allah tanamkan dalam…

Baca Selengkapnya

1 MUHARRAM 1448 H: Kita Sedang Berhijrah atau Hanya Berpindah Kalender

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tahun baru Islam sesungguhnya bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan pergantian cara pandang dalam menjalani kehidupan. Muharram datang bukan hanya untuk mengingatkan bahwa usia bertambah, tetapi juga untuk mempertanyakan apakah kualitas diri ikut bertumbuh. Sebab tidak sedikit manusia yang bertambah tua, tetapi tidak bertambah bijaksana, bertambah pengalaman,…

Baca Selengkapnya

MBG Diguncang Skandal: Mengapa Baru Sekarang Ada Korban Politik?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Dalam dunia politik, ada peristiwa yang lebih banyak berbicara daripada seribu pidato. Salah satunya adalah ketika seorang pejabat pada pagi hari masih berdiri di samping Presiden dalam sebuah agenda resmi negara, tetapi pada malam harinya justru kehilangan jabatannya. Publik tentu berhak bertanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Pencopotan…

Baca Selengkapnya

HAJI MABRUR DAN KESALEHAN MABRUR: Dari Ritual Menuju Transformasi Kehidupan 

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tidak semua perjalanan mengubah manusia. Ada perjalanan yang hanya memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Ada pula perjalanan yang mengubah cara berpikir, cara merasakan, cara memandang kehidupan, bahkan mengubah arah hidup seseorang. Haji termasuk dalam jenis perjalanan yang kedua. Ia bukan sekadar perpindahan dari tanah air…

Baca Selengkapnya

MAMPUKAH JUSTICE COLLABORATOR MENGUNGKAP GURITA KORUPSI MBG?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada kalanya sebuah piring tidak sekadar menjadi tempat makanan disajikan. Di atasnya tersimpan harapan orang tua, kesehatan anak-anak, dan cita-cita sebuah bangsa yang ingin menyiapkan generasi masa depan yang kuat, cerdas, dan berdaya saing. Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal tidak hanya dipahami sebagai program…

Baca Selengkapnya

DARI PIRING KE MEJA HUKUM: Ada Apa di Balik Program Triliunan?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Catatan Kritis atas MBG dan Sidak Kejaksaan Agung RI Ada kalanya sebuah piring bukan sekadar tempat meletakkan makanan. Ia adalah panggung tempat harapan dipertaruhkan. Di atas piring itu tersimpan doa orang tua, masa depan anak-anak, cita-cita negara, dan janji kesejahteraan yang ingin diwujudkan melalui kebijakan publik. Sebab itu,…

Baca Selengkapnya

FILIAL PIETY: Ketika Restu Orang Tua Dikalahkan Oleh Ambisi Dunia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada langkah yang terdengar gagah di hadapan dunia, tetapi sesungguhnya rapuh di hadapan doa orang tua. Ada keberhasilan yang dielu-elukan, tetapi diam-diam dibayar dengan luka yang tidak pernah mereka ucapkan. Dan ada ambisi yang tampak mulia, namun perlahan menggerus sesuatu yang jauh lebih mulia, yakni hati orang tua…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.