JIKA MALU SUDAH HILANG, APA LAGI YANG TERSISA?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Rasulullah SAW. pernah mengingatkan dengan sebuah kalimat yang singkat, tetapi mengguncang sendi-sendi peradaban: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ “Jika engkau tidak lagi memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari) Hadis ini bukanlah izin untuk berbuat semaunya, melainkan vonis terhadap manusia yang telah kehilangan benteng terakhir moralitasnya….

Baca Selengkapnya

THERE’S NO FREE LUNCH: Tidak Ada Makan Siang yang Gratis

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) “There’s No Free Lunch” adalah idiom yang sangat populer dalam dunia ekonomi. Ungkapan ini bermula di Amerika Serikat pada abad ke-19 ketika sejumlah rumah makan menawarkan makan siang “gratis” kepada pelanggan yang membeli minuman. Ternyata, makanan itu tidak benar-benar gratis karena biayanya telah diperhitungkan dalam harga minuman. Dari pengalaman…

Baca Selengkapnya

EKONOMI BERKAH KALAH SAING: Mengapa Produk Syariah Masih Sepi Peminat

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Indonesia adalah negeri dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Masjid tumbuh di setiap sudut kota, kajian Islam semakin semarak, semangat hijrah semakin menguat, dan istilah ekonomi syariah semakin akrab di telinga masyarakat. Namun di balik geliat itu, tersimpan sebuah ironi yang patut menjadi bahan muhasabah bersama: mengapa…

Baca Selengkapnya

PIALA DUNIA DAN KECANDUAN JUDI: Ketika Hiburan Berubah Menjadi Penyakit Sosial

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Sepak bola adalah olahraga, bukan perjudian. Seharusnya, olahraga ini menumbuhkan sportivitas, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan hiburan yang sehat. Namun, di era digital, ajang besar seperti Piala Dunia kerap menjadi pintu masuk bagi normalisasi judi dan taruhan, terutama di kalangan Generasi Z dan milenial. Yang menjadi persoalan bukanlah pertandingannya,…

Baca Selengkapnya

SENYUMNYA MANIS, HATINYA BERDURI: Tiga Wajah Orang yang Digerogoti Hasad

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Tidak semua musuh datang dengan wajah garang. Ada yang tersenyum paling manis, berbicara paling lembut, bahkan memuji paling tinggi. Namun di balik senyumnya, ia menyimpan luka yang bukan karena disakiti, melainkan karena tidak rela melihat orang lain memperoleh nikmat. Itulah hasad, yakni penyakit hati yang diam-diam membakar pemiliknya sebelum…

Baca Selengkapnya

Mengapa Nabi Ibrahim Memerintahkan Nabi Ismail Menceraikan Istrinya?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada sebuah kisah dalam Sahih al-Bukhari yang tampak sederhana, tetapi menyimpan pelajaran besar tentang syukur dan fondasi sebuah rumah tangga. Suatu hari, Nabi Ibrahim AS datang ke Makkah untuk menemui putranya, Nabi Ismail AS. Namun, Ismail sedang keluar mencari nafkah. Di rumah, beliau hanya bertemu dengan menantunya. Nabi…

Baca Selengkapnya

3 GOLONGAN YANG DITINGGALKAN ALLAH

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Banyak hal ditakuti manusia: miskin, sakit, kehilangan jabatan, atau dicela orang. Namun ada satu kehilangan yang jauh lebih berat: *ketika Allah berpaling dari seorang hamba.* Apa arti harta, popularitas, dan pujian manusia jika Allah tidak meridhai kita?. Seorang mukmin sejati tidak mengukur sukses dari pandangan manusia, tetapi dari kedekatannya…

Baca Selengkapnya

Harta yang Benar-Benar Milikmu Ternyata Hanya Tiga

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Setiap hari kita bekerja keras mengumpulkan harta. Kita berkata, “Ini milikku… ini hasil jerih payahku.” Namun, Rasulullah SAW. justru mengoreksi cara pandang itu dengan sebuah sabda yang sangat menggugah. Beliau bersabda: يَقُولُ الْعَبْدُ: مَالِي مَالِي، وَإِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلَاثٌ: مَا أَكَلَ فَأَفْنَى، أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى، أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى،…

Baca Selengkapnya

Jika Hatimu Gelisah, Bacalah Enam Hikmah Ini

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada kalanya hidup terasa begitu berat. Bukan karena ujian yang terlalu besar, tetapi karena hati lupa kepada enam kebenaran sederhana yang menjadi penopang kehidupan. Ahli hikmah berkata: ثَلَاثٌ إِذَا عَدَدْتَ عَلَيْهَا هَانَتْ عَلَيْكَ الدُّنْيَا: أَنْ تَرْضَى بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ، وَأَنْ تَتَوَقَّعَ النَّقْصَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَأَنْ تَعْلَمَ…

Baca Selengkapnya

MENJADI ISTRI YANG MEMIKAT: Ketika Cinta Tidak Ikut Menua Bersama Usia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tidak ada perempuan yang mampu menghentikan waktu, sebab waktu adalah pelukis paling jujur. Ia akan menggambar garis-garis halus di wajah, memutihkan rambut yang dahulu hitam berkilau, mengurangi kekuatan tubuh yang dahulu begitu bertenaga, dan perlahan mengajarkan bahwa tidak ada satu pun keindahan fisik yang mampu menolak datangnya senja….

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.