SEEKOR AYAM, NYAWA MELAYANG: MILIARAN RUPIAH, HUKUM BERJALAN PELAN

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Belakangan ini media sosial diramaikan oleh sebuah kisah yang mengiris hati. Terlepas dari perlunya verifikasi terhadap setiap detail peristiwa tersebut, kisah itu telah mengguncang nurani banyak orang. Dikisahkan, seorang ayah yang hidup dalam kemiskinan nekat mengambil seekor ayam karena tidak sanggup membayar biaya pendidikan anak-anaknya. Namun, sebelum sempat…

Baca Selengkapnya

TUJUH KALIMAT YANG MENGUBAH HIDUP

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Di tengah kehidupan yang semakin bising, manusia sesungguhnya tidak sedang kekurangan ilmu, harta, atau teknologi. Yang hilang adalah ketenangan hati. Padahal, hati tidak pernah menjadi damai karena banyaknya dunia, tetapi karena banyaknya mengingat Allah. Dzikir bukan sekadar untaian kata di bibir, melainkan cahaya yang menghidupkan jiwa dan jembatan…

Baca Selengkapnya

POLRI MASUK JABATAN SIPIL: Memperkuat Negara atau Mengaburkan Batas Kekuasaan?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pengesahan revisi Undang-Undang Polri yang memberikan ruang bagi anggota Polri aktif menduduki jabatan sipil merupakan salah satu kebijakan yang akan menentukan arah perjalanan demokrasi Indonesia di masa depan. Karena itu, polemik yang muncul hendaknya tidak dipandang sebagai pertentangan antara pihak yang mendukung dan yang menolak, melainkan sebagai ikhtiar…

Baca Selengkapnya

LONDO IRENG: Jangan Menjadi Asing di Tanah Sendiri

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada acara Harlah PKB yang menyinggung istilah “Londo Ireng” memantik perdebatan di ruang publik. Sebagian menafsirkannya sebagai kritik terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan bangsa, sementara sebagian lain mempersoalkan istilah tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Perbedaan tafsir itu adalah sesuatu yang…

Baca Selengkapnya

JIKA MALU SUDAH HILANG, APA LAGI YANG TERSISA?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Rasulullah SAW. pernah mengingatkan dengan sebuah kalimat yang singkat, tetapi mengguncang sendi-sendi peradaban: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ “Jika engkau tidak lagi memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari) Hadis ini bukanlah izin untuk berbuat semaunya, melainkan vonis terhadap manusia yang telah kehilangan benteng terakhir moralitasnya….

Baca Selengkapnya

THERE’S NO FREE LUNCH: Tidak Ada Makan Siang yang Gratis

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) “There’s No Free Lunch” adalah idiom yang sangat populer dalam dunia ekonomi. Ungkapan ini bermula di Amerika Serikat pada abad ke-19 ketika sejumlah rumah makan menawarkan makan siang “gratis” kepada pelanggan yang membeli minuman. Ternyata, makanan itu tidak benar-benar gratis karena biayanya telah diperhitungkan dalam harga minuman. Dari pengalaman…

Baca Selengkapnya

EKONOMI BERKAH KALAH SAING: Mengapa Produk Syariah Masih Sepi Peminat

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Indonesia adalah negeri dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Masjid tumbuh di setiap sudut kota, kajian Islam semakin semarak, semangat hijrah semakin menguat, dan istilah ekonomi syariah semakin akrab di telinga masyarakat. Namun di balik geliat itu, tersimpan sebuah ironi yang patut menjadi bahan muhasabah bersama: mengapa…

Baca Selengkapnya

PIALA DUNIA DAN KECANDUAN JUDI: Ketika Hiburan Berubah Menjadi Penyakit Sosial

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Sepak bola adalah olahraga, bukan perjudian. Seharusnya, olahraga ini menumbuhkan sportivitas, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan hiburan yang sehat. Namun, di era digital, ajang besar seperti Piala Dunia kerap menjadi pintu masuk bagi normalisasi judi dan taruhan, terutama di kalangan Generasi Z dan milenial. Yang menjadi persoalan bukanlah pertandingannya,…

Baca Selengkapnya

SENYUMNYA MANIS, HATINYA BERDURI: Tiga Wajah Orang yang Digerogoti Hasad

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Tidak semua musuh datang dengan wajah garang. Ada yang tersenyum paling manis, berbicara paling lembut, bahkan memuji paling tinggi. Namun di balik senyumnya, ia menyimpan luka yang bukan karena disakiti, melainkan karena tidak rela melihat orang lain memperoleh nikmat. Itulah hasad, yakni penyakit hati yang diam-diam membakar pemiliknya sebelum…

Baca Selengkapnya

Mengapa Nabi Ibrahim Memerintahkan Nabi Ismail Menceraikan Istrinya?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada sebuah kisah dalam Sahih al-Bukhari yang tampak sederhana, tetapi menyimpan pelajaran besar tentang syukur dan fondasi sebuah rumah tangga. Suatu hari, Nabi Ibrahim AS datang ke Makkah untuk menemui putranya, Nabi Ismail AS. Namun, Ismail sedang keluar mencari nafkah. Di rumah, beliau hanya bertemu dengan menantunya. Nabi…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.