SIAPA MENANAM, DIA MENUAI: Jangan Menggali Lubang untuk Orang Lain

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيهَا “Barang siapa menggali lubang, maka ia akan terperosok ke dalamnya.” Kalimat hikmah ini sederhana, tetapi menyimpan hukum kehidupan yang dalam: setiap perbuatan memiliki akibat. Manusia mungkin dapat menyembunyikan keburukan dari sesamanya, tetapi tidak dari Allah. Karena itu, Al-Qur’an mengingatkan: وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا…

Baca Selengkapnya

JANGAN PANIK: Tetap Tenang Ketika Ada yang Ingin Menjatuhkan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada kalanya seseorang tidak hanya menghadapi persoalan, tetapi juga menghadapi situasi yang sengaja dibangun untuk melemahkan dirinya: tuduhan, pencemaran nama baik, hoaks, stigma, framing negatif, opini yang dipelintir, bahkan tekanan melalui berbagai jalur. Dalam keadaan seperti itu, pesan pertama yang harus dipegang adalah sederhana: jangan panik. Kepanikan sering…

Baca Selengkapnya

JANGAN JADI EPISENTRUM KONFLIK, SAATNYA MENJADI PUSAT SOLUSI

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Refleksi Hari Kesadaran Nasional) Hari Kesadaran Nasional jangan berhenti sebagai seremoni. Ia semestinya menjadi momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kehadiran kita menyelesaikan masalah atau justru memperbesar maslah? Sebab kesadaran bukan sekadar mengetahui yang benar dan salah, tetapi mampu mengelola perbedaan, dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan. Konflik…

Baca Selengkapnya

MANUSIA TOXIC: Mencari Panggung dengan Menjatuhkan Sesama

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Toxic berarti beracun. Dalam kehidupan sosial, manusia toxic adalah mereka yang kehadiran, ucapan, dan perilakunya justru meracuni suasana, dengan menebar kegaduhan, kecurigaan, kebencian, perpecahan, dan keretakan persaudaraan. Yang lebih berbahaya, manusia toxic sering bukan sekadar pembuat masalah, tetapi pencari panggung melalui masalah. Ia membesar-besarkan konflik, menyebarkan hoaks, mengadu…

Baca Selengkapnya

ARSITEKTUR JIWA: Menolak Retak di Tanah Kering

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Kita hidup di zaman ketika manusia begitu sibuk membangun dunia di luar dirinya; rumah, jabatan, harta, gelar, pengaruh, dll. tetapi sering lupa membangun rumah di dalam jiwa. Kehidupan semakin cepat, kompetisi semakin keras, sementara tekanan, kecemasan, iri hati, konflik, saling menjatuhkan, hingga penyalahgunaan wewenang semakin mudah ditemukan. Yang…

Baca Selengkapnya

RAPOR MERAH PERSAUDARAAN: Ketika Ego Jadi Panggung Saling Telanjang Aib

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada yang sedang sakit dalam kehidupan kita hari ini. Bukan hanya politik, ekonomi, atau institusi, tetapi sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kita: persaudaraan. Di zaman ketika semua orang begitu mudah berbicara, berkomentar, dan menyebarkan sesuatu, kita justru semakin sulit belajar memahami, memaafkan, dan menahan diri. Perbedaan berubah…

Baca Selengkapnya

JANGAN HABISKAN HIDUP UNTUK MENANG

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Empat nasihat sederhana untuk berdamai dengan diri, sesama, dan kehidupan). Ada kebenaran yang tidak selalu harus dibuktikan, kesalahan yang tidak perlu dipertahankan, kelemahan yang tak perlu disembunyikan, dan luka yang tidak harus dibawa sepanjang usia. *Pertama,* jika engkau benar, jangan habiskan hidup untuk membuktikan bahwa engkau benar. Tidak…

Baca Selengkapnya

PERAMPASAN ASET: KORUPTOR YANG TAKUT, ATAU DPR YANG RAGU?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Antara keberanian mengejar harta hasil kejahatan dan ketakutan memberi negara kewenangan yang terlalu besar). Ada satu pertanyaan sederhana yang seharusnya menggema di gedung DPR: jika harta hasil korupsi memang milik rakyat, mengapa mengembalikannya kepada rakyat harus begitu lama? RUU Perampasan Aset bukan sekadar agenda legislasi. Ia adalah ujian…

Baca Selengkapnya

TIGA PROGRAM BESAR, SATU PERTANYAAN BESAR: Benarkah Untuk Rakyat?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Menimbang Niat Baik , Efektivitas , APBN, dan Kepercayaan Publik) Tidak adil jika seluruh kebijakan pemerintah hanya dilihat dari sisi kritik. Banyak langkah Presiden Prabowo Subianto patut diapresiasi karena menyentuh langsung kehidupan rakyat, terutama di desa, pesisir, pegunungan, dan pedalaman. Pembangunan jembatan membuka jalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan…

Baca Selengkapnya

MUKTAMAR KE-35 NU: BERGANTI NAHKODA ATAU BERUBAH ARAH?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Tambakberas bukan sekadar tempat memilih pemimpin, tetapi panggung untuk menentukan masa depan NU). Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026, bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Ia adalah momentum penting untuk menentukan ke…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.