Tokoh Agama dan Pemuda se-Sulsel Bersatu, Siap Gelar Kampanye Tolak Intoleransi dan Radikalisme

MAKASSAR, muisulsel.or.id – Dalam upaya merawat keharmonisan dan memperkuat persatuan bangsa, tokoh-tokoh lintas agama dan organisasi kemasyarakatan di Sulawesi Selatan sepakat untuk menggelar “Kampanye Publik Anti Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)”. Kesepakatan strategis ini dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas tokoh yang digelar di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Masjid Raya, Makassar, pada Jumat (17/7/2026) pukul 16.00 WITA.

Hadir dalam rapat tersebut tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Umum MUI Sulsel KH. Najamuddin, Sekretaris Umum MUI Sulsel sekaligus Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prof. Dr. Muammar Bakry, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia Mallingkai Ilyas, serta Ketua Umum Forum Komunikasi Lintas Agama (FKLA) yang juga Wakil Ketua MUI Sulsel, Prof. KH. Mustari Bosra.

Ketua Umum MUI Sulsel, KH. Najamuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan adalah pilar harmoni Indonesia yang harus terus dijaga. “Keberagaman adalah kekuatan kita. Melalui sinergi lintas agama dan elemen masyarakat, kita harus menutup ruang bagi segala bentuk intoleransi dan ekstremisme,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum ICATT, Mallingkai Ilyas, selaku pelaksana utama kegiatan memaparkan bahwa kampanye publik ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Juli 2026, di area Car Free Day (CFD) Boulevard Makassar. Kegiatan yang menargetkan lebih dari 1.500 peserta ini akan diisi dengan Harmony Walk (jalan sehat), edukasi publik, hingga penandatanganan komitmen bersama “Say No To IRET”.

Prof. Muammar Bakry selaku Ketua Umum FKUB menambahkan bahwa kampanye ini sangat relevan. Meskipun Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Sulsel pada 2025 berada pada kategori “Sangat Baik” di angka 82,3, masyarakat tidak boleh lengah. “Ancaman IRET di era digital sangat nyata. Oleh karena itu, edukasi publik di ruang terbuka seperti CFD menjadi medium yang efektif untuk menyentuh langsung masyarakat,” jelasnya.

Dukungan penuh juga datang dari Prof. KH. Mustari Bosra (Ketua Umum FKLA). Beliau menekankan bahwa kolaborasi yang melibatkan 10 mitra strategis—termasuk perwakilan gereja, keuskupan, PHDI, Permabudhi, Walubi, hingga organisasi kepemudaan—menunjukkan bahwa penolakan terhadap radikalisme adalah komitmen bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya satu agama saja.

Melalui rapat pemantapan ini, seluruh tokoh berharap masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya dapat memadati CFD Boulevard pada Minggu pagi mendatang untuk bersama-sama menyuarakan pesan damai demi Indonesia yang kuat, aman, dan sejahtera.

Kontributor: Fauzan Al Bash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.