Liputan Khusus: Rihlah Islamiah ke Uzbekistan
Tashkent, muisulsel.or.id – Rombongan studi banding Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan memulai kunjungannya di Kompleks Hazrati Imam yang berada di pusat kota Tashkent, Kamis 7 Desember 2023.
Monumen artistic yang dibangun dari abad 16 sampai abad 20 ini berlokasi tepat di distrik Olmazor. Kompleks ini terdiri dari madrasah Moʻyi Muborak, makam Qaffol Shoshi, Madrasah Baroqxon, masjid Imam Hazrati, masjid Tillashayx, dan Institut Islam Imam al-Bukhari.
Masjid Hazrati Imam menjadi spot kunjungan pertama. Beberapa rombongan mengabadikan keindahan masjid tersebut dan juga melaksanakan shalat sunnah. 27 Pengurus MUI Sulawesi Selatan merupakan peserta studi banding yang dilaksanakan Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri MUI Sulsel yang dipimpin langsung oleh Prof Mustari Mustafa.
Di belakang masjid tersebut rombongan mengunjungi Gedung yang menjadi tempat penyimpanan mushaf usmani yang ada di Samarkand.
Di Kompleks inilah terdapat Mushaf Usmani. Ketua MUI Sulsel AG Prof Dr H Nadjamuddin mengungkapkan bahwa mushaf usmani tersebut ditulis pada masa dinasti Timur Lenk pada abad ke 7 hijriyah dan dikirim ke Samarkand pada abad ke 14 Hijriyah
Pimpinan MUI Sulsel pun turut dalam rombongan studi banding. Ketum MUI Sulsel AG Prof Dr H Nadjamuddin, Sekum MUI Sulsel Prof Dr H Muammar Bakry dan Bendum MUI Sulsel H Andi Thaswin.

Kompleks ini dibangun di dekat makam Hazrati Imam, imam-khatib pertama Tashkent, seorang ulama, salah satu pengkhotbah Islam pertama di Tashkent, seorang penyair dan seniman. Hazrati Imam juga seorang ahli pembuatan gembok dan kunci, sehingga ia mendapat julukan “Qaffol”, yang berarti “tukang kunci”. Dia juga berbicara 72 bahasa dan menerjemahkan Perjanjian Lama (Taurat) ke dalam bahasa Arab.
Kompleks Imam Hazrati dibangun di sekitar makam imam Abu Bakar Muhammad ibn Ali Ismoil ash-Qaffol Shoshiy. Makam dan monumen arsitektur di sekitarnya diberi nama setelah Hazrati Imam. Awalnya madrasah Baroqxon, kemudian makam Qaffol Shoshiy dan pada tahun 1579 makam Shayx Bobohoji (yang sudah tidak bertahan) dibangun atas dana Abdullah Khan II. Pada pertengahan abad ke-19, namazgoh Tashkent (masjid Tilshayx), madrasah Moʻyi Muborak, dan masjid Juma (yang sudah tidak bertahan) dibangun di kompleks Hazrati Imam. Pada awal abad ke-20, masjid Tillashayx direnovasi dan mendapat tampilan baru. Eshon Boboxon juga dimakamkan di sini. Kompleks Hazrati Imam menampung Administrasi Muslim Uzbekistan.
