HIBURAN: Kurikulum Bulan Ramadan

Prof Dr KH Muammar Bakry Lc M Ag (Sekertaris Umum MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Jika diibaratkan Ramadan seperti madrasah maka Ramadan itu memiliki tiga pembelajaran yang amat berharga dalam kehidupan kita biasa kita dengarkan pembagian Ramadan ada tiga.

Sesungguhnya pembagian ini bisa menjadi dasar bahwa Ramadan memiliki kurikulum yang sangat berharga untuk pembinaan kehidupan secara rohani maupun secara umum.

Allah swt memiliki sifat rahman dan rahim maka seharusnya orang yang berhasil dalam bulan Ramadan adalah orang yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi ,punya simpati dan empati kepada orang lain bahkan lingkungannya ,maka lahirlah manusia-manusia agen rahmatan lilaalamiin.

Karena itu Ramadan sesungguhnya bukan hanya sepuluh hari pertamanya rahmat tetapi dengan rahmat yang Allah berikan kepada kita di bulan Ramadan maka kita menjadi manusia-manusia pembawa rahmat dan kedamaian .Dengan demikian nilai atau ukuran keberhasilan orang yang berpuasa adalah sejauh mana ia bisa berbagi kasih sayang dengan sesamanya dan lingkungannya.

Kemudian Allah swt memberikan ampunan yang amat luas dalam bulan Ramadan ini.Sampai ada riwayat hadis mengatakan sekalipun kita tidak menyebutkan dosa-dosa kita kepada Allah namun ketika kita berpuasa dengan puncak keikhlasan dan beramaliah dengan keikhlasan yang tinggi maka ada yang mengatakan itu secara otomatis bisa menghapus dosa-dosa kita kecuali dosa yang terkait dengan manusia karena kita sendiri yang harus datang memohon maaf kepada yang bersangkutan itulah magfirah.

Dengan demikian orang yang berhasil dalam bulan Ramadan adalah orang yang terbuka hatinya untuk memaafkan orang lain dan tidak tertutup hatinya.

Adapun pembebasan adalah dari Allah swt yang memberikan kebebasan dari api neraka makanya kita selalu mengatakan dalam doa tiap malam agar Allah membebaskan belenggu kita dari api neraka.

Orang yang berhasil dibebaskan belenggunya dari api neraka adalah orang yang terbuka hatinya untuk bisa berempati kepada orang lain, tidak membiarkan adanya penindasan, kebodohan, kemelaratan dan lainya.Ia juga merasa terganggu hatinya melihat hal-hal yang tidak baik di hadapannya.

Tentang posisi hadis ini ada yang mengatakan daif ada juga mengatakan palsu, terlepas dari semua itu bahwa sesungguhnya ada pesan-pesan dan nilai yang dibawa dalam bulan suci Ramadan ,itulah arti madrasah Ramadan.

Selengkapnya simak video dibawah ini…

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.