Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Sulsel Ikuti Forum Ekonomi Syariah 2025

Makassar, muisulsel.or.id – Dalam rangka penguatan Ekonomi Syariah, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan mengadakan Forum Ekonomi Syariah 2025 yang dihadiri oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Prof Dr KH Mustari Mustafa, M.Pd, selaku peserta forum kajian.

Forum Ekonomi Syariah 2025 ini juga dihadiri oleh Asisten 2 pemerintah provinsi Sulsel selaku perwakilan gubernur yang juga berkesempatan memberikan sambutan, sejumlah perwakilan pesantren selaku penggiat ekonomi syariah, dan ratusan peserta dari berbagai kalangan yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus Hebitren Sulsel.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, yang mengatakan bahwa dirinya optimis ekonomi syariah di Sulawesi Selatan terus berkembang, seiring dengan gencarnya literasi terkait ekonomi dan keuangan syariah. Hal itu dikemukakan olehnya di sela-sela kegiatan forum ekonomi syariah di kantor Perwakilan Bank BI Sulsel, Makassar, Senin (24/3/2025).

Ia menyampaikan secara nasional ekonomi dan keuangan syariah terus bertumbuh. Sepanjang 2024 mengalami kenaikan sekitar 4%, yang didukung 142. 000 industri halal dengan total produk halal mencapai 16 juta.

“Sulsel gerbang Indonesia timur menyuplai makanan, minuman, hingga pakaian. Terdapat sekitar 4. 700 industri halal dan hingga Februari 2025 BPJPH telah menerbitkan 100. 000 sertifikat halal,” kata Rizki dalam acara Forum Ekonomi Syariah 2025.

Menurut keterangan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Sulsel selaku peserta forum, dirinya menyimpulkan tiga hal. “Yang pertama bahwa syariat Islam adalah sebuah tuntutan agama agar semua umatnya hidup dalam syariat Islam. Forum ini sasarannya untuk meningkatkan praktik praktik kehidupan muslim yang halalan toyyiban,”.

“Yang kedua untuk media pendidikan yang sangat diperlukan, agar literasi tentang syariat dan wawasan halal dapat tersosialisasi dengan baik,” kata Prof Mustari.

Ketua harian Yayasan Almarkaz Islamic Centre Makassar ini melanjutkan, adanya keterlibatan stake holder yang semakin meluas sehingga masyarakat bisa paham bahwa bank bukan hanya soal uang saja, namun juga concern terhadap ekonomi syariah yang juga melibatkan pondok pesantren sebagai pegiat ekonomi syariah.

Satu hal yang sangat menarik kata anggota K3 MPR adalah olimpiade halalan yang dijuarai oleh SMU Khatolik Rajawali. Hal ini menandakan bahwa praktik implementasi ekonomi syariah tidak hanya di minati oleh kalangan umat muslim saja, namun juga sudah menarik minat kalangan non muslim.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.