Chamdar Nur, Lc,.SH,. S. Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)
Makassar,muisulsel.or.id – Dalam kehidupan rumah tangga, adab bukan sekadar sopan santun, tetapi merupakan ruh dari kebahagiaan yang hakiki. Adab adalah jembatan antara cinta dan keberkahan. Di tengah kesibukan dunia, pasangan suami istri yang menjaga adab terhadap pasangannya ibarat taman yang selalu berbunga, meskipun diterpa berbagai ujian kehidupan.
Sungguh mulia seorang istri yang menyambut suaminya pulang kerja dengan senyuman dan segelas air minum. Tindakan ini terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan pengabdian, ketulusan, dan cinta yang mendalam. Demikian pula, betapa indah dan bernilainya seorang suami yang tidak sekadar menerima sajian dari istrinya, tetapi memujinya dengan penuh apresiasi. Ucapan sederhana seperti syukran sayang atau masakanmu enak sekali hari ini sayang, bisa menjadi penyejuk hati dan penyambung cinta yang kuat. Sebab penghargaan bukan hanya tentang hasil, tapi juga pengakuan atas proses dan cinta yang menyertainya.
Rasulullah shallallahu alaihi wassallam bersabda
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ
Artinya: “Dan perempuan adalah penanggung jawab atas rumah suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.” (HR. Bukhari).
Bukan semata karena rasa makanan yang lezat, melainkan karena suami memahami bahwa di balik satu hidangan, ada letih yang disembunyikan, ada waktu yang dikorbankan, dan ada cinta yang diracik tanpa keluhan, dan ini adalah bentuk nyata dari adab, pemuliaan, dan saling menghargai yang dibangun dalam bingkai syariat Islam. Hal-hal kecil seperti ini, jika dilakukan dengan niat yang tulus, dapat membuka pintu keberkahan dalam rumah tangga.

Imam alMunawi rahimahullah berkata
خِدْمَةُ الزَّوْجِ مِنْ أَعْظَمِ الْقُرُبَاتِ
Artinya: “Melayani suami adalah salah satu amalan paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah.” (Faidh alQadir).
Setiap layanan istri, seperti menyiapkan makanan, menjaga rumah, atau menyambut suami dengan lembut, jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah, menjadi amal saleh yang agung. Rumah tangga bukan sekadar ruang pelayanan, tapi ladang pahala bila dihiasi adab dan keikhlasan. Beliau rahimahullah menegaskan, amal kecil di rumah justru menjadi jalan besar menuju keridaan Allah.
Rasulullah shallallahu alaihi wassallam bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menegaskan bahwa kebaikan sejati seorang suami terlihat dari sikapnya terhadap keluarga, bukan dari tampilan luar atau pujian orang lain. Banyak yang tampak santun di luar, tapi kasar di rumah. Padahal, rumah tangga adalah tempat di mana akhlak, keikhlasan, dan cinta diuji secara nyata.
Sungguh, syariat Islam mengajarkan kesantunan dalam bentuk yang sangat mesra. Adab-adab kecil yang dijaga dengan keikhlasan justru akan memperkuat ikatan suami istri dan menumbuhkan cinta yang tulus. Kebaikan tidak selalu tampak dari ibadah sunnah yang dijaga, tapi bisa terlihat dari cara seorang suami menghargai masakan istrinya, atau dari bagaimana seorang istri menyiapkan pakaian suaminya dengan lembut.
Ketika rumah tangga dibangun di atas landasan adab, maka segalanya berubah menjadi ibadah. Nafkah bukan lagi beban, tetapi bentuk tanggung jawab yang berpahala. Pelayanan bukan lagi keterpaksaan, melainkan jalan menuju surga. Makan bersama bukan sekadar rutinitas, tapi momen menyuburkan cinta. Bahkan, segelas air bisa menjadi saksi manisnya kasih sayang yang berlandaskan iman.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَارْزُقْنَا أَدَبًا فِي الْحُبِّ، وَبَرَكَةً فِي الزَّوْجِيَّةِ، وَارْزُقْ كُلَّ بَيْتٍ سَعَادَةً وَرِضًا وَمَوَدَّةً وَرَحْمَةً.
Artinya: “Ya Allah, satukanlah hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, anugerahkan kepada kami adab dalam mencintai, keberkahan dalam rumah tangga, serta limpahkan kebahagiaan, keridaan, kasih sayang, dan rahmat di setiap rumah tangga Muslim.”
Aamiin…
Irfan Suba Raya
