MUI Sulsel Gandeng MUI Kabupaten dan Aparat Tangani Aliran Menyimpang

Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan merespons keberadaan sejumlah aliran yang diduga menyimpang di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Kantor Sekretariat MUI Sulawesi Selatan pada 3 Agustus 2025. Pertemuan ini membahas langkah-langkah penguatan dakwah serta upaya perlindungan umat dari pengaruh aliran-aliran yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam.

Pengurus Komisi Dakwah MUI Sulsel, KH Aminuddin, menyampaikan bahwa peran MUI sangat penting dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sekaligus membentengi umat dari ajaran yang menyimpang. Ia menyebutkan bahwa di wilayah Takalar masih terdapat beberapa aliran yang telah difatwakan sesat oleh MUI, namun masih melakukan aktivitas di tengah masyarakat.

“Diperlukan penguatan dakwah yang lebih masif agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang menyimpang,” ujar KH Aminuddin.

Ia berharap ke depan MUI Provinsi Sulawesi Selatan dapat terus memperkuat kerja sama dengan MUI kabupaten/kota, khususnya MUI Kabupaten Takalar, dalam rangka meningkatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas strategi penanganan aliran menyimpang melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan, guna menjaga ketertiban dan keharmonisan umat beragama.

Melalui langkah ini, MUI Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga akidah umat dan memperkuat peran dakwah yang moderat, edukatif, dan persuasif di tengah masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Prof Najamuddin (Ketum MUI) dan Prof Muammar Bakry (Sekertaris Umum MUI).

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.