JAKARTA, muisulsel.or.id – Bendaraha Umum MUI Sulawesi Selatan, Ir H Andi Thaswin menerima penghargaan tertinggi kepada sejumlah tokoh dan pelestari keris dari seluruh Indonesia. Salah satu penerima yang turut menyita perhatian adalah tokoh budaya asal Sulawesi Selatan dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Malam Penganugerahan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI Award 2026).
Acara yang digelar di Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur, pada Sabtu malam, 23 Mei 2026 ini merupakan bentuk apresiasi Kemenbud bagi para perawat warisan budaya, khususnya yang berdedikasi tinggi dalam pelestarian keris di tingkat nasional. Sebanyak tujuh kategori penghargaan diberikan kepada individu maupun kolektif yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa terhadap perkerisan Nusantara.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dalam sambutannya usai acara Peringatan Hari Keris Nasional 2026, menekankan bahwa keris kini tidak lagi dipandang semata sebagai benda pusaka. “Keris adalah benda adiluhung, sebuah karya baru yang diciptakan oleh maestro-maestro dan empu-empu keris sekarang,” ujarnya.
Fadli Zon mendorong masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada keris tua atau keris sepuh. Menurutnya, keris kontemporer karya empu masa kini juga memiliki pencapaian artistik yang sangat tinggi.

“Karya dari empu-empu kekinian ini bisa dianggap sebagai karya seni rupa tinggi, dengan pencapaian artistik yang tinggi. Ditunjang teknologi dan bahan baku yang kini semakin mudah didapat,” tambahnya. Ia optimistis perkembangan ini akan menarik minat kolektor sekaligus menjadi medium ekspresi budaya yang terinspirasi dari dinamika zaman.
Sejalan dengan itu, Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) terus memperkuat literasi kebudayaan. Sekretaris Jenderal SNKI, Basuki Teguh Yuwono, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki bidang khusus yang bertugas mentransliterasikan naskah-naskah kuno ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat. “Bagaimana naskah-naskah lama itu ditranslitasi lalu dicetak menjadi buku-buku,” jelasnya. Hingga saat ini, lebih dari 35 buku tentang perkerisan telah diterbitkan sebagai bahan edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap budaya keris Nusantara.
Berikut daftar lengkap penerima Anugerah SNKI Award 2026:
Anugerah Penggerak SNKI: Pramono Pinunggul, Agung Guntoro Wisnu, Yuwono Heru Suparto, Ronny Wardana, Dr. R. Wisnu Kusumawardana, Zaenal Arif, Drs. Budiharjo, Wisnu Wijaya, Rinto Murdomo, Ir. Andi Promal Pawi, Helmi.
Anugerah Nunggak Semi: Alm. Waluyo Wijayatno.
Anugerah Naga Sasra: Ismail Thomas, Syagaf Muzakir.
Anugerah Kalamunyeng: Toni Junus, Jimmy S. Harianto.
Anugerah Nagaraja: Agustinus Santosa Adiwibowo.
Anugerah SNKI: GBPH H. Prabukusumo, KRHT Sukoyo Hadinagoro, A.A Bagus Ngurah Agung.
Anugerah Kebudayaan Kamarogan: Wiwoho Basuki Tjokronegoro, Dr. Ir. KP. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., Alm. Haryono Haryoguritno, Pande Wayan Sutedja Neka, Ir. H. Andi Thaswin Abdullah, Basuki Teguh Yuwono.

Untuk diketahui bahwa Anugerah Kebudayaan Kamarogan 2026 ini merupakan penghargaan tertinggi kepada sejumlah tokoh dan pelestari keris dari seluruh Indonesia.
Ir. H. Andi Thaswin Abdullah merupakan salah satu tokoh budaya sekaligus pelestari keris Indonesia dari Sulawesi Selatan yang dinilai mempunyai kontribusi terhadap pelestarian budaya khususnya pelestarian keris di Indonesia, dalam 10 tahun terakhir.
– Tim Formatur Kongres SNKI II di Solo Tahun 2016.
– Wakil Ketua Umum SNKI Periode 2016 — 2022
– Tim Formatur Kongres SNKI III di Bogor Tahun 2022.sekaligus Ketua Steering Commite.
– Wakil Ketua Umum SNKI Periode 2022 — 2027.
– Pimpinan Sidang MUKERNAS SNKI I tgl.23 Mei 2026.di Museum Batik TMII Jakarta.
– Penggerak Pameran Keris di Gedung Nusantara DPR RI tahun 2017 dan tahun 2019, Tokoh lintas organisasi yang memperkuat posisi perkerisan dan budaya nasional.
Penghargaan terhadap Ir. H. Andi Thaswin Abdullah dan para penerima lainnya diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan keris, baik yang berusia pusaka maupun yang lahir sebagai karya seni kontemporer dari tangan-tangan empu masa kini.
