MAKASSAR — Ketua Bidang Kerukunan MUI Sulawesi Selatan, Dr. KH. Hasid Hasan Palogai, menegaskan komitmen MUI Sulsel untuk terus merawat dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Dr. KH. Hasid Hasan Palogai usai silaturahmi dengan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI .H.Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., di Kantor MUI Sulsel, Jalan Emmy Saelan, Makassar, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu perhatian penting dalam kepengurusan MUI Sulsel periode 2026-2031. Hubungan komunikasi dan sinergitas dengan berbagai majelis agama akan terus dibangun dan dirawat.
“Kita berharap ke depan kerukunan antarumat beragama ini akan semakin terbina dengan sebaik-baiknya. Insyaallah bidang kerukunan akan tetap merawat dan menjalin hubungan antarumat beragama di Sulawesi Selatan melalui majelis-majelis agama yang ada,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kehidupan keagamaan di Sulawesi Selatan ditandai dengan keberadaan berbagai majelis agama. Selain umat Islam, terdapat umat Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Menurut Hasid, selama ini MUI Sulsel melalui Komisi Hubungan Antarumat Beragama telah membangun komunikasi dan sinergitas dengan berbagai komunitas keagamaan tersebut.
Salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut adalah terbentuknya Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) yang diinisiasi MUI Sulsel pada periode kepengurusan sebelumnya.
Forum tersebut, kata dia, difokuskan pada kegiatan kemanusiaan dengan melibatkan berbagai majelis agama di Sulawesi Selatan.
“Forum ini dimaksudkan untuk bergerak di bidang kemanusiaan semata. Dari situ kita menghimpun seluruh majelis agama di dalamnya dan alhamdulillah telah terawat serta banyak kegiatan yang sangat bermanfaat,” jelasnya.
Ia berharap FKLA dan berbagai bentuk kerja sama lintas agama lainnya dapat terus dikembangkan pada periode kepengurusan MUI Sulsel 2026-2031.
Hasid menilai MUI memiliki posisi strategis dalam mendorong kerukunan karena merupakan organisasi yang menaungi ulama dan umat Islam sebagai kelompok mayoritas.
“Kalau MUI yang memotori terciptanya kerukunan ini, tentu sangat tepat, karena umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan,” katanya.
Irfan Suba Raya
