FGD Pencegahan Narkoba, Yusri Arsyad Ingatkan Pesan Ulama

Makassar, muisulsel.or.id – Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar MUI) Sulawesi Selatan menggelar Fokus Grup Diskusi yang menghadirkan pengurus Komisi Fatwa Dr KH Yusri Arsyad, Lc MA selaku narasumber. Ia berpesan agar kita selalu mengingat pesan ulama.

Fokus Grup Diskusi (FGD) Ganas Annar yang di ketuai oleh Dr KH Waspada Santing, kali ini mengambil tema “Membangun Kolaborasi Pencegahan Dini Penyalahgunaan Narkoba” dan terlaksana di hotel Swiss Bell Jl. Adhyaksa Baru, Makassar, Rabu 6 Desember 2023.

Kegiatan ini di hadiri oleh Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kepala Rehabilitasi Narkoba Makassar, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Sulsel, serta puluhan perwakilan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang ada di Makassar dan beberapa perwakilan ormas Islam lainnya.

Dalam FGD ini, Yusri Arsyad selaku narasumber dari MUI Sulsel memaparkan materinya bagaimana peran agama dalam memerangi penyebaran penyalahgunaan narkoba.

Yusri Arsyad mengatakan bahwa agama telah berpesan lima hal kepada kita selaku umat Islam dan umat manusia secara umum. Yang pertama katanya, adalah perintah untuk menjaga agama, sebab hal itu menjadi perintah agama untuk menjaganya bahkan Nabi pun ikut berperang sebanyak tujuh kali untuk mempertahankan agamanya.

Kemudian yang kedua adalah perintah untuk menjaga keselamatan jiwa. Lalu yang ketiga yakni menjaga akal dan di sinilah hal yang penting oleh karena tujuan hidup adalah untuk membuat aturan dan menjalankan perintah. Yang keempat adalah menjaga harta, serta yang terakhir yakni perintah menjaga harga diri.

“Ulama berpesan untuo membentengi diri dari narkoba. Hal pertama berjihad yakni berjuang dan melawan nafsu untuk menjauhinya. Mengapa harus berjihad, oleh karena semua perbuatan maksiat itu sangat nikmat kelihatannya, namun merusak pada akhirnya. Itulah sebabnya berjihad melawan hawa nafsu itu di sabdakan oleh Nabi adalah jihad yang besar,” papar alumni Universitas Tunisia ini.

“Kemudian yang kedua adalah merasa diri kita dilihat oleh Allah, sehingga kita merasa malu kepada-Nya. Jika kita sudah timbul rasa malu dalam diri, maka semua hal-hal yang akan berbau maksiat pasti kita akan hindari sebisa mungkin,” lanjutnya.

Hal yang ketiga pesan ulama dalam pemaparan materinya adalah berlaku lemah lembut terhadap seluruh ciptaan Allah. Maksudnya adalah oleh karena kita sudah ada timbul rasa malu sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, maka dengan sendirinya kita akan berlaku lemah lembut terhadap semua ciptaan Allah, khususnya lemah lembut sesama makhluk, seperti kepada manusia, terhadap hewan, dan terhadap tumbuh-tumbuhan.

Di samping fokus grup diskusi ini, Ganas Annar pun melakukan MOU dengan Rektor Universitas Sawerigading, Makassar, dan Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) Sulawesi Selatan dalam hal pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.