HIKMAH HALAQAH: Rahasia Salat Versi Imam al-Gazali

Ust. Muammar Bakry (Sekretaris Umum MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Saat ini kita telah memasuki bulan Rajab. Ia adalah bulan yang istimewa dan termasuk dalam bulan yang diharamkan oleh Allah. Maksud dari haram ini adalah, kita umat islam diharamkan untuk menumpahkan darah dan juga perbuatan dosa besar lainnya.

Salah satu keistimewaannya, bulan Rajab inilah Allah memerintahkan secara langsung tanpa perantaraan malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw beserta seluruh umatnya untuk melaksanakan salat lima waktu dalam sehari semalam, saat melakukan perjalanan suci yang disebut Isra dan Mi’raj yang terjadi pada bulan Rajab ini.

Bulan inipun menjadi bulan perenungan bagi umat Islam. Mengapa sebagai bulan perenungan? Oleh sebab di bulan inilah kita merenungkan peristiwa yang dahsyat yang terjadi pada diri Rasulullah dan tidak terjadi pada Nabi-nabi lainnya.

Dalam kitab Asrarus Sholah wa Hukmatuha karya al-Imam Al-Gazali, ia menyebutkan ada dua metode pendekatan dalam salat. Yang pertama adalah pendekatan salat secara zahir sebagaimana yang kita lihat dan tertuang dalam ilmu fiqih, sementara yang lainnya adalah pendekatan secara bathin yang kajiannya disebut ilmu hikmah.

Kedua metode pendekatan ini sangatlah berkaitan dan tidak bisa terpisahkan. Oleh karena melaksanakan salat dengan menggunakan ilmu fiqih itu tidaklah cukup, walaupun secara syariat sudah benar akan tetapi ibaratnya salatnya itu hanyalah sebatas pisiknya saja. Bukan hati, pikiran, dan kelakuannya.

Banyak ulama saat ini setelah membaca kitab karya Imam Al-Gazali, mereka kembali dan mengkaji inti sari dari kitab tersebut. Mereka menemukan bahwa ternyata salat itu tidaklah hanya semata gerakan pisik saja, namun juga ada gerakan hati dan pikiran kita.

Sejatinya salat itu bertujuan untuk menenangkan hati dan batin kita, oleh sebab gerakan pisik saja tidak memberikan efek apa-apa terhadap diri kita, tanpa dibarengi dengan kekhusyuan hati, pikiran, dan perasaan kita dalam salat itu.

Kajian ini sangatlah penting, oleh sebab ia menjadi pondasi pertama dan utama dalam agama Islam. Mari kita perbaiki salat kita dengan menyimak kajian fiqih pada video link berikut ini.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.