Makassar, muisulsel.or.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, berbagai masukan mulai disampaikan oleh para pengurus sebagai bahan penguatan arah program organisasi ke depan.
Salah satu masukan datang dari Anggota Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Sulawesi Selatan, Hj.Masnawati Mappasawang,SH.,MKn Menurutnya, MUI ke depan perlu terus mempertahankan fokus pada dakwah, penguatan umat, serta pembinaan keluarga sebagai pilar utama kehidupan masyarakat.
Namun demikian, ia menilai program-program MUI juga perlu lebih diarahkan pada upaya membangun fondasi karakter peradaban Islam melalui keterlibatan aktif para ulama. Menurutnya, peran ulama tidak hanya sebatas menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya nilai-nilai kebaikan yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Ke depan, MUI diharapkan dapat menghadirkan program yang semakin terarah dalam menggalang peran ulama untuk membangun karakter peradaban Islam dengan sentuhan muatan amal jariah. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi,” ujarnya.

Hj. Masnawati yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Diklat dan Tarbiyah Notaris Muslim Indonesia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, khususnya yang menyasar kalangan perempuan, remaja, dan keluarga. Baginya, ketahanan keluarga merupakan pondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing.
Selama menjadi anggota Komisi PRK MUI Sulsel, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan konsolidasi organisasi, termasuk pembentukan Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga di sejumlah MUI kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat jaringan dakwah dan pemberdayaan keluarga hingga ke daerah.
Ia berharap Musda IX MUI Sulawesi Selatan menjadi momentum melahirkan kepengurusan yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat sinergi antarkomisi, serta menghadirkan program-program yang tidak hanya menjawab kebutuhan umat saat ini, tetapi juga menjadi investasi amal jariah bagi kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.
*Irfan Suba Raya*
