Tokoh Lintas Agama Serukan Generasi Muda Jadi Agen Perdamaian Tangkal Hoaks dan Ekstremisme

MAKASSAR, muisusel.or.id – Perkembangan teknologi digital selain membawa manfaat juga membuka ruang bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda ekstremisme yang menyasar generasi muda. Menyadari tantangan tersebut, tokoh-tokoh agama dan cendekiawan Sulawesi Selatan merapatkan barisan di Kantor MUI Sulsel, Jumat (17/7/2026) sore.

Rapat yang berlangsung hangat dan penuh semangat persaudaraan ini dihadiri oleh para pimpinan lembaga, yakni Ketua Umum MUI Sulsel KH. Najamuddin, Sekum MUI/Ketum FKUB Prof. Muammar Bakry, Ketum ICATT Mallingkai Ilyas, serta Ketum FKLA/Wakil Ketua MUI Prof. KH. Mustari Bosra. Pertemuan ini bertujuan mematangkan agenda Kampanye Publik Anti-IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) yang akan digelar Minggu, 19 Juli 2026 di CFD Boulevard Makassar.

Ketua Umum ICATT, Mallingkai Ilyas, menjelaskan bahwa sasaran utama dari kampanye ini bukan hanya masyarakat umum dan pelaku UMKM, tetapi secara khusus menargetkan Generasi Z, milenial, pelajar, dan mahasiswa. “Pemuda adalah ujung tombak bangsa. Melalui kampanye ini, kita ingin meningkatkan literasi digital mereka, sehingga pemuda kita cerdas menyaring informasi dan menjadi pelopor perdamaian, bukan justru menjadi korban radikalisme,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Muammar Bakry menyoroti pentingnya nilai-nilai lokal Sulawesi Selatan seperti Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan) untuk dijadikan perisai menangkal narasi kebencian. “Literasi masyarakat mengenai bahaya IRET harus ditingkatkan. Nilai toleransi dan cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini melalui ruang-ruang publik yang inklusif,” tegas Prof. Muammar.

Prof. KH. Mustari Bosra menambahkan, gerakan melawan intoleransi dan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial. Kehadiran berbagai perwakilan lintas agama (FKUB, PGIW, Keuskupan Agung, hingga WALUBI dan PHDI) dalam kegiatan akhir pekan nanti adalah wujud nyata ketahanan sosial masyarakat Sulsel. Kolaborasi ini adalah fondasi membangun masyarakat yang toleran.

Sebagai penutup, KH. Najamuddin mengapresiasi inisiatif ICATT dan seluruh mitra yang terlibat. Beliau mengimbau seluruh masyarakat Kota Makassar untuk berpartisipasi aktif pada Minggu pagi di CFD Boulevard. Acara yang dikemas santai melalui Jalan Harmoni dan aksi simpatik ini diharapkan mampu menghasilkan output yang jelas, yakni tersampaikannya pesan damai di dunia nyata maupun media sosial, demi terwujudnya semboyan: “Indonesia, Rumah Bersama Kita”.

Kontributor: Fauzan Al Bash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.