Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menyambut kedatangan Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayjen TNI Bangun Nawoko di kantor sekretariat MUI Jl. Masjid Raya, Makassar. Tampak Ketum MUI mengurai apa tugas ulama di lembaganya.
Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan maksud kedatangannya bersilaturahmi di MUI adalah ingin memohon doa serta keberkahannya. “Saya bersama beberapa rekan datang kesini ingin mendapatkan doa dari para ulama, dan memohon keberkahannya. Sebab doa para ulama itu sangatlah mustajab,” kata Jenderal bintang dua ini.
Bangun Nawoko, pun menceritakan saat dirinya mendaftar di Akademi Militer, ia pergi ke pesantren tetapi bukan untuk ngaji atau belajar ilmu agama. Tetapi dirinya tinggal selama 40 hari di pesantren hanya untuk mendapatkan keberkahan dan di doakan oleh kyai di pesantren tersebut.
Ketum MUI Prof Dr KH Nadjamuddin AS pun menyampaikan tugas dan fungsi seorang ulama. Dalam uraiannya ia menyampaikan, “Ulama itu bertugas sebagai khadimul ummah yang artinya pelayan umat. Jadi kami selaku pengurus MUI itu adalah pelayan yang bertugas melayani segala kebutuhan umat khususnya yang berkaitan dengan keagamaan,” ucapnya saat mengurai tugas-tugas ulama, Senin (27/5/2024).

KH Nadjamuddin pun mengatakan jika ada kegiatan yang akan dilaksanakan oleh institusinya, agar tidak sungkan-sungkan mengundang MUI.
“Insya Allah jika pak Jenderal ada kegiatan di Kostrad, boleh mengundang kami untuk memberikan tausyiah atau pencerahan khususnya kepada para prajurit,” ungkap KH Nadjamuddin.
Ia pun melanjutkan tugas seorang ulama di MUI. “Tugas yang kedua adalah menjadi shadiqul hukumah yakni menjadi mitra pemerintah. Alhamdulillah sejauh ini MUI masih dipercaya dan selalu menjadi rujukan pemerintah apabila ada persoalan yang menyangkut keagamaan, baik itu bersifat fatwa maupun maklumat,” lanjutnya dihadapan sang Jenderal bersama para pendampingnya.
Adapun tugas yang ketiga lanjut guru besar bahasa Arab ini, adalah menjadi pelindung umat. Maksudnya adalah melindungi umat dari bahaya aliran-aliran yang dapat menyesatkan umat.
“Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Islam, tetapi melenceng dari ajaran syariat. Nah, disitulah peran MUI untuk melindungi umat dari pengaruh aliran sesat ini,” pungkasnya di hadapan Panglima.
Silaturahmi ini dihadiri oleh Sekretaris Umum MUI Prof Dr KH Muammar Bakry, bersama Bendahara Umum Ir H Andi Thaswin Abdullah, Ketua Bidang Fatwa Prof Dr KH Ruslan Wahab, bersama sejumlah pengurus MUI lainnya.
Acara ini di akhiri dengan penyerahan cenderamata dari kedua belah pihak.
Kontributor: Nur Abdal Patta
