Makassar, muisulsel.or.id- Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital RI Wijaya Kusumawardhana mengedukasi tentang bahaya penipuan online di media sosial dihadapan jajaran pengurus MUI Sulsel.
Wijaya menjadi pemateri pada acara Talk Show Umat dan Digital MUI Sulsel di Aloha Pool Eatery Coffee Jalan Sawerigading Makassar, Ahad 25 Mei 2024.
Talk Show membahas tentang passobis dan judi online yang berkembang di media sosial khususnya di Sulsel.
Wijaya mengingatkan kepada peserta Talk Show agar menjaga dan melindungi identitas pribadi agar terhindar dari penipuan online.
“Di era digital saat ini, melindungi data pribadi menjadi sebuah keharusan karena data pribadi bisa disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti penipuan dan hacker.
Apalagi, data pribadi sering digunakan dalam berbagai aktivitas online seperti mendaftar aplikasi, transaksi mobile banking, transaksi e-commerce, membayar pinjaman melalui aplikasi, dan banyak lagi,” ungkapnya
Ia juga mencontohkan data pribadi yang dimaksud seperti data identitas, seperti nama lengkap, nomor identitas (seperti: KTP atau paspor), alamat, tempat lahir, tanggal lahir, serta nama ibu kandung.

Lanjutnya data keuangan, seperti nomor rekening bank, kartu kredit, atau detail transaksi keuangan.Kemudian data biometrik atau data yang berasal dari pengukuran biologis manusia, seperti sidik jari, pemindaian iris mata, atau pengenalan wajah.
Ia juga mengingatkan agar semua data pribadi tidak disebarkan di media sosial karena bisa disalahgunakan orang lain.
Mengenai Fatwa Haram Passobis ia menyambut baik dan mengapresiasi MUI Sulsel. Menurutya Fatwa ini memperkuat UUD dan juga menjadi bagian dari pencegahan kejahatan passobis dan judi online.
Sementara Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Sulsel mendesak pemerintah segera membentuk satgas untuk mencegah kegiatan passobis di Sulsel.
Hal ini ditegaskan Sekertaris Umum MUI Sulsel Prof Muammar Bakry .Ia menegaskan satgas ini akan melibatkan MUI, Kemenag, TNI, Polri, BI, OJK dan instansi terkait lainya.
“Jadi MUI tak hanya keluarkan fatwa tapi juga menindaklanjuti sampai kegiatan Passobis atau judi online dan lainya teratasi dengan baik” kata Prof Muammar yang juga selalu moderator Talk Show.
Irfan Suba Raya
