Prof Dr KH Muammar Bakry, Lc MA (Sekretaris Umum MUI Sulsel)
Makassar, muisulsel.or.id – Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas bin Abdul Muttalib bahwasanya Allah Swt berfirman, sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan kejelekan kemudian Dia menjelaskannya.
Hanya saja manusia terkadang salah mengartikan penjelasan kebaikan itu, manusia menganggap hal yang baik itu adalah kejelekan dan terkadang hal yang jelek itu suatu kebaikan. Oleh karenanya perlunya kita senantiasa berdoa dengan ucapan ya Allah jadikanlah kebaikan itu menjadi baik di mataku dan yang jelek itu suatu kejelekan di mataku.
Umat Rasulullah jika dia berniat untuk suatu kebaikan maka hal itu sudah dihitung suatu kebaikan pula. Jika niat kebaikan itu dikerjakan maka Allah akan menulisnya sebagai suatu kebaikan sepuluh kali lipat bahkan hingga tujuh ratus kali lipat sampai pada tak bisa terhitung jumlahnya.
Dalam sebuah kaidah mengatakan bahwa niatnya suatu orang mukmin itu nilainya sangat tinggi.
Sebaliknya kalau ada seseorang yang berniat dengan suatu kejelekan namun tidak sempat mengerjakannya, Allah tetap memberikannya satu pahala kebaikan karena dia tidak mengerjakannya. Akan tetapi jika niat kejelekan itu dia mengerjakannya maka Allah hanya akan mencatatnya sebagai satu kejelekan atau satu dosa saja.
Terdapat beberapa hadis yang mengungkapkan tentang pahala dari niat dalam hati, khususnya niat kebaikan itu.
Simak ulasannya pada video berikut ini.
Kontributor: Nur Abdal Patta
