Makassar, muisulsel.or.id – Di tahun ini, media Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan akan segera merilis film dokumenter ulama Sulsel Anregurutta Haji Muhammad Sanusi Baco yang berasal dari butta Turikale Kabupaten Maros.
Ulama ini sangat dikenal dengan keikhlasannya dalam mendedikasikan jiwa dan raganya untuk agama Allah, serta keikhlasannya melayani masyarakat, umumnya di Sulawesi Selatan.
Napak tilas pertama yang di sambangi oleh tim media yang di pimpin oleh Rizkayadi dan atas arahan dan nasihat Ketua Umum MUI Gurutta Prof Dr KH Nadjamuddin AS, dan Sekretaris Umum MUI Sulsel Prof Dr KH Muammar Bakry, adalah pesantren dan makam Anregurutta di Maros, pada Ahad, 19 November 2023.
Syamsidar adalah salah satu narahubung tim media MUI yang telah banyak membantu saat pengambilan gambar dan video, baik itu di pesantren Nahdlatul Ulum yang di dirikannya maupun di makam dan kediaman Anregurutta Sanusi Baco.
Ia mengatakan bahwa nama-nama yang tertulis di setiap bangunan pesantren adalah nama-nama para penyumbang saat ia membangun pesantren Nahdlatul Ulum.
Setelah usai mengambil hambar dan video di Maros, lalu tim beranjak ke Makassar untuk menemui putra sulungnya yakni Irfan Sanusi Baco di Jl. Mangga 3 Makassar.
Saat tim mewawancarainya, Irfan bercerita banyak bagaimana sosok Anregurutta selaku seorang ayah bagi anak-anaknya, dan bagaimana ia menjadi seorang tokoh dan pemimpin umat di masanya sembari matanya berkaca-kaca saat ia bercerita, menandakan dirinya kembali mengenang sosok sang ayah.
Banyak kisah yang menarik yang ia ceritakan kepada tim media. Salah satu kisahnya adalah walaupun Anregurutta sedang kurang sehat, namun dirinya mendapat undangan untuk berdakwah di suatu acara, maka Anregurutta tetap memenuhi panggilan tersebut, kendati pun para anaknya tidak mengizinkannya.
Irfan pun tak lupa menceritakan bagaimana dulunya Anregurutta sewaktu awal meniti karir, menjadi seorang muballigh agama dan hanya mengontrak rumah di jalan Kandea, kemudian tinggal di masjid raya hingga memiliki rumah pertama di jalan Pongtiku saat itu.
Salah satu narasumber lain yang di temui adalah AGH Prof Dr M Faried Wadjedy di Ponpes Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso Kabupaten Barru. Dari mahaguru inj pun, tim memperoleh kisah bagaimana saat Sanusi Baco datang ke Mangkoso untuk memperdalam ilmu agama.
Selain kebersamaan mereka selama di Mangkoso, AGH Faried Wadjedy pun mengisahkan kenangan saat mereka belajar di Mesir, dan pernah bersama dengan Presiden ke empat RI yakni KH Abdul Rahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Gusdur.
Nantikan film dokumenter yang sangat apik dan menarik untuk ditonton selengkapnya dalam link yang akan di share di akhir tahun.
Kontributor: Nur Abdal Patta
