Doa Para Pecinta

Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)

Makassar, muisulsel.or.id – Dalam hidup ini, hampir semua orang mencari cinta. Cinta orang tua, cinta pasangan, cinta sahabat, bahkan cinta dari dunia yang tak pernah benar-benar memberi ketenangan. Tapi pernahkah kita bertanya, sudahkah aku mencintai Allah ta’ala. Inilah pertanyaan yang seharusnya paling penting dalam hidup seorang hamba. Karena ketika hati dipenuhi cinta kepada Allah ta’ala, maka seluruh hidup akan menjadi lebih ringan, lebih tenang, dan lebih berarti.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada kita sebuah doa yang sangat indah dan menyentuh hati

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ

Artinya: “Ya Allah, aku memohon cintaMu, cinta orang-orang yang mencintaiMu, dan cinta terhadap amal yang mendekatkanku kepada cintaMu.” (HR. at-Tirmidzi).

Doa ini singkat, tapi maknanya sangat dalam. Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak hanya meminta cinta Allah ta’ala, tapi juga meminta agar hatinya mencintai orang-orang yang mencintai Allah, dan mencintai amalan-amalan yang bisa membuatnya lebih dekat kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah bukan hanya sekadar perasaan di hati, tetapi juga perlu ditemani dengan usaha yang nyata, dengan memilih teman yang baik dan mencintai amal-amal yang Allah sukai.

Cinta kepada Allah adalah sumber segala kebaikan. Jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka seluruh hidupnya akan dipenuhi keberkahan, dan Allah akan membimbing setiap langkah hidupnya. Ia tidak akan disesatkan, tidak akan dibiarkan sendiri dalam gelapnya dunia, karena Allah sendiri yang menjadi penuntunnya.

Chamdar Nur Lc SPd MPd, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Sulsel

Nabi shallallahu alaihi wasallam juga mengajarkan agar kita mencintai orang-orang yang mencintai Allah ta’ala, karena orang-orang seperti inilah yang akan menuntun kita menuju jalan kebaikan. Mereka adalah orang-orang yang ucapannya mengingatkan kita pada akhirat, amalnya mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik. Imam asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata

أُحِبُّ الصَّالِحِينَ وَلَسْتُ مِنْهُمْ، لَعَلِّي أَنْ أَنَالَ بِهِمْ شَفَاعَةً

Artinya: “Aku mencintai orang-orang saleh, meski aku bukan termasuk mereka, semoga aku mendapat syafaat karena mencintai mereka.”

Inilah pentingnya memilih lingkungan yang baik, sahabat yang dekat dengan Allah, dan guru yang membimbing kita menuju surga. Karena cinta kepada orang saleh juga akan membawa kita ke dalam barisan mereka di akhirat.

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan agar kita mencintai amal yang mendekatkan diri pada cinta Allah. Banyak orang yang beramal, tapi hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Tapi orang-orang yang mencintai Allah ta’ala, mereka mencintai setiap amal baik. Mereka merasa bahagia saat shalat, tenang saat membaca Al-Qur’an, dan rindu saat sujud dalam munajat panjang di malam hari. Mereka sadar bahwa amal inilah jalan mereka menuju cinta Allah.

Allah ta’ala berfirman

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa cinta untuk mereka.” (QS. Maryam: 96).

Cinta kepada amal saleh bukan karena riya’, tapi karena tahu bahwa setiap amal adalah hadiah dari Allah ta’ala agar kita lebih dekat kepadaNya. Shalat dua rakaat yang dikerjakan dengan ikhlas bisa menjadi jalan untuk mendapat cinta Allah. Bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan dengan hati yang tunduk bisa menjadi cahaya bagi jiwa yang gelap.

Maka jika hati mulai terasa kering, hidup terasa kosong, dan jiwa merasa gundah, barangkali bukan karena kurangnya cinta dari manusia, tapi karena kita belum cukup mencintai Allah. Bacalah doa ini setiap hari. Tanamkan dalam hati. Jalani hidup dengan mencintai Allah, mencintai orang-orang yang dekat kepadaNya, dan mencintai amalan yang membawa kita menuju ridhaNya.

اللَّهُمَّ اجعلنا مِنْ مَن يُحِبُّكَ وَتُحِبُّهُ، وَارزقنا صُحْبَةَ أَوْلِيَائِكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِي يُقَرِّبُنَا إِلَيْكَ، وَاجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيْنَا مِنْ أَنْفُسِنَا وَأَهْلِنَا وَالدُّنْيَا كُلِّهَا

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mencintaiMu dan Engkau mencintainya, anugerahkan kepada kami sahabat-sahabat pilihanMu, dan amal yang mendekatkan kami kepadaMu. Jadikan cinta kepadaMu lebih kami cintai daripada diri kami, keluarga kami, dan dunia seluruhnya.”

Aamiin…

 

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.