Prof Dr KH Kamaluddin Abunawas, MA (Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel)
Makassar, muisulsel.or.id – Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah Swt, tak terkecuali dengan rezeki yang kita dapatkan adalah milik-Nya dan berada di dalam genggamannya.
Dalam ayat Al-Quran dijelaskan bahwa rezeki itu diberikan kepada siapa saja yang di kehendakinya baik itu kepada orang-orang yang beriman maupun kepada orang-orang yang tidak beriman bahkan kepada kaum atheis atau tidak bertuhan sekalipun.
Apa yang kita nafkahkan atau sedekahkan walau sedikit pun dari rezeki itu, Allah pasti akan menggantinya, terlebih jika jumlahnya banyak. Hanya saja apa yang Allah gantiikan dari rezeki yang di sedekahkan itu tidak serta merta diganti-Nya dengan rezeki berupa harta benda seperti yang manusia pikirkan.
Bisa jadi rezeki yang Allah berikan kepada kita berupa kesehatan, ketenangan, atau sesuatu yang tidak terhitung nilainya, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki kepada hamba-Nya.
Tetapi sedekah juga tidak bernilai pahala jika dibarengi dengan cacian. Sebagaimana dalam firman-Nya yang bermakna Perkataan yang baik itu jauh lebih bagus dibanding dengan sedekah namun dibarengi dengan hinaan dan makian.
Sebuah hadis qudsi yang bersumber dari sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Rasulullah yang isinya: Berinfaklah dan bersedekahlah dan niscaya Aku akan memberikan ganti kepadamu. Hadis di atas dapat dimaknai bahwa Allah akan menggantikan sesuatu yang kita sedekahkan yang bahkan melebihi dari apa yang kita keluarkan, sebab Allah maha kuasa dan maha kaya atas segala sesuatu.
Kajian terkait bersedekah dan berinfak ini sangat menarik untuk di ulas. Simak penjelasan lengkapnya di video kajian ini.
Kontributor: NAP
