Gelar Seminar Internasional Pemikiran Said Nursi, ICATT Indonesia Hadirkan Tokoh Strategis MUI Sulsel

GOWA, muisulsel.or.id – Ikatan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Pemikiran Badi’uzzaman Said Nursi yang bertempat di Gowa, Sulawesi Selatan. Forum ilmiah berskala internasional ini menjadi magnet bagi para akademisi, ulama, dan mahasiswa untuk mengkaji lebih dalam kontribusi pemikiran sang ulama pembaru asal Turki tersebut dalam menjawab tantangan zaman modern.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. H. Baso Pallawagau, Lc., M.A., dalam wawancaranya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan antusiasme luar biasa dari para peserta yang memadati ruang seminar. Menurutnya, pemikiran Said Nursi melalui mahakaryanya, Risale-i Nur, sangat relevan untuk diarusutamakan kembali, terutama dalam mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan modern dan spiritualitas keislaman demi membangun peradaban yang inklusif dan damai.

Kesuksesan jalannya forum internasional ini tidak lepas dari dukungan penuh serta kehadiran aktif tiga tokoh strategis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan. Ketiga pengurus MUI Sulsel tersebut memegang peranan krusial dalam menyukseskan jalannya agenda akademik ini:

Prof. Dr. H. Andi Aderus Banua, Lc., M.A.(Sekretaris Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Sulawesi Selatan) Dalam forum ini, beliau bertindak sebagai Keynote Speaker (Pembicara Utama). Selain posisinya di MUI, beliau juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Yayasan ICATT.

Dr. H. Abdul Wahid Haddade, Lc., M.A. (Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sulawesi Selatan) Beliau mengemban amanah penting sebagai Translator (Penerjemah Resmi) untuk menjembatani penyampaian materi dari para pembicara internasional terkemuka yang berasal dari Turki dan Mesir, sehingga gagasan-gagasan besar dapat diserap dengan baik oleh peserta.

Dr. H. Andi Abdul Hamzah, Lc., M.Ag. (Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Sulawesi Selatan) Beliau hadir dan bertindak sebagai Moderator utama yang memandu jalannya diskusi panel internasional, menghidupkan dinamika tanya jawab, serta merumuskan poin-poin penting dari materi yang dipaparkan.

Kehadiran serta kontribusi aktif dari ketiga tokoh pimpinan MUI Sulawesi Selatan ini mempertegas peran strategis pemikir dan ulama daerah dalam kancah pemikiran global serta penguatan kerja sama dakwah tingkat internasional.

Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi teoretis, melainkan mampu melahirkan rekomendasi konkret dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep moderasi beragama (wasathiyah) serta integrasi sains-keislaman sebagaimana yang dicita-citakan oleh Badi’uzzaman Said Nursi. Forum ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk terus menjalin kolaborasi akademik lintas negara di masa mendatang.

Kontributor: FAB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.